Komunikasi sebagai Multidisiplin Ilmu : Komunikasi sebagai Ilmu & Konstribusi Lain pada Komunikasi
Komunikasi
Sebagai Multidisiplin Ilmu.
Ilmu
merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan
pengetahuan atau fakta yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam
kehidupan sehari-hari, dan dilanjutkan dengan pemikiran secara cermat dan
teliti dengan menggunakan berbagai metode yang biasa dilakukan dalam penelitian
ilmiah (observasi, eksperimen, survai, studi kasus dan lain-lain).[1]
Ilmu
multidisipliner adalah ilmu yang pendekatannya dalam pemecahan suatu masalah
dengan menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang banyak ilmu yang relevan. Komunikasi
merupakan bidang ilmu yang sangat multidisiplin pada berbagai aspek kehidupan
manusia. Dari beberapa penelitian sebelumnya mengenai komunikasi adalah bagian
dari multidisiplin pengetahuan. Peristiwa komunikasi yang diamati dalam ilmu
komunikasi, juga sangat luas dan kompleks karena menyangkut berbagai aspek
sosial, budaya, ekonomi dan politik dari kehidupan manusia. Oleh karena itu,
ilmu komunikasi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang termasuk
dalam kelompok ilmu-ilmu sosial (social sciences).[2]
Dewasa ini teori komunikasi terus mengalami perkembangan. Hal ini tidak
terlepas dari karakteristik yang dimiliki oleh ilmu tersebut, yaitu multidisipliner
dan bidang kajiannya sangat luas. Komunikasi disebut sebagai bagian dari ilmu
multidisiplin karena komunikasi meliputi pemahaman bagaimana cara orang membuat
dan menyampaikan pesan. Sehingga ada beberapa penelitian dari komunikasi yang
menggabungkan antara penelitian ilmiah dan sastra, dari segi sastra cara orang
menyampaikan pesan disebut dengan retorika. Selanjutnya, pendekatan-pendekatan
yang digunakan dalam ilmu komunikasi juga bukan hanya dari 1 pengetahuan saja,
ilmu politik misalnya. Tetapi juga berasal dari berbagai disiplin ilmu. Sifat
ilmu komunikasi yang multidisiplin ini tidak bisa dihindari, karena dalam
pengamatannya, ilmu komunikasi juga mengamati objek dari banyak aspek, contoh
dari aspek politik, budaya, ekonomi, dan sosial dari kehidupan manusia.[3]
Komunikasi
masih banyak diteliti dalam berbagai jenis penelitian, misalnya ; para psikolog
meneliti komunikasi sebagai jenis perilaku tertentu yang didorong oleh
proses-proses psikologi yang berbeda, para sosiolog memfokuskan pada masyarakat
dalam proses sosial serta melihat pula komunikasi sebagai salah satu faktor
sosial yang penting dalam masyarakat, para antropolog yang biasanya tertarik
pada kebudayaan memperlakukan komunikasi sebagai sebuah faktor yang membantu
mengembangkan, mempertahankan, dan mengubah kebudayaan, dan sebelumnya ada :
sosiologi komunikasi, psikologi komunikasi (komunikasi dikaji oleh ilmu lain).
Ilmu komunikasi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang bersifat
multidisipliner. Karena pendekatan-pendekatan yang dipergunakan berasal dari
dan menyangkut berbagai bidang keilmuan (disiplin) lainya seperti linguistik,
sosiologi, psikologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Sifat
“kemultidisiplinan” ini tidak dapat dihindari karena obyek pengamatan dalam
ilmu komunikasi sangat luas dan komplek, menyangkut berbagai aspek sosial,
budaya, ekonomi, dan politik dari kehidupan manusia.[4]
Hubungan ilmu komunikasi dengan Ilmu
ilmu lainnya :
1.
John
Dewey (ahli psikologi filsafat beraliran liberal)
·
Ahli
filsafat pertama tentang komunikasi
·
Menginginkan
adanya surat kabar yang dapat mempublikasikan berbagai hasil riset ilmu
pengetahuan dan memperbaiki masalah sosial
·
Dewey
yakin akan potensi surat kabar untuk membawa ferormasi sosial
2.
George
Herbet Mead (Psikologi dan Filsafat)
·
Catatan
kuliahnya diterbitkan dengan judul “Mind, Self and Society” yang menempatkan
komunikasi sebagai basis dari sosialisasi
·
Melalui
pendekatan ilmu jiwa sosial, Mead mengakui komunikasi sebagai hal yang paling
mendasar bagi hubungan antar manusia.
3.
Charles
Harton Cooley (Sosiologi)
·
Cooley
tertarik pada sosiologi melalui karyanya Herbert Spencer oleh karena itu ia
melihat bahwa pross komunikasi antar pribadi dengan orangtua dan kelompok
masyarakat, sebagai basis sosialisasu dari studi sosiologi yang dia buktikan
melalui observasi yang ketat terhadap pertumbuhan kedua anaknya
4.
Nober
Weiner (Matematika)
·
Merupakan
salah seorang profesor matematika terbaik di Amerika Serikat
·
Kontribusi
Weiner dalam studi komunikasi adalah teori Cybernetic yang membahas tentang
kelajuan arus informasi dilihat dari segi recording, encoding, storage,
transmisi dan diseminasi antara satu sistem dengan sistem lainnya.
5.
Claude
E. Shannon (Elektronika)
·
Dua
buah tulisannya yang membicarakan teori informasi yang dimuat dalam bell system
technical journal tahun 1948, dengan judul “The Mathematical Theory of
Communication” yang disebut sebagai model komunikasi matematika yang banyak
dikutip oleh sarjana komunikasi dan dipandang sebagai model komunikasi pertama
yang dilukiskan secara visual.
6.
Wilbur
Schramm (Kesusastraan)
·
Mendirikan
lembaga pendidikan dan riset komunikasi di university of illinois dan di
Stanford University.
·
Menerbitkan
beberapa buku teks bacaan diantaranya Mass Communication (1949), The Process
and Effects of Mass Communication (1984), Mathematical Theory of Communication
(1956).
·
Memprakarsai
pengkajian komunikasi pembagunan dan kebijaksanaan komunikasi.[5]
[1] ‘Jbptunikompp-Gdl-Iinrahmiha-23254-2-Perkulia-2.Pdf’
<https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/466/jbptunikompp-gdl-iinrahmiha-23254-2-perkulia-2.pdf>
[accessed 2 June 2021].
[2] S Djuarsa Sendjaja, ‘Komunikasi:
Signifikansi, Konsep, dan Sejarah’, 41.
[3] ‘Aspikom.Pdf’
<http://sipeg.unj.ac.id/repository/upload/artikel/Aspikom.pdf> [accessed
1 June 2021].
[4] ‘Psikologi Komunikasi.Pdf’
<http://digilib.uinsby.ac.id/20038/1/Psikologi%20Komunikasi.pdf>
[accessed 1 June 2021].
[5] Dirman Immangk, ‘Ilmu
Komunikasi Sebagai Ilmu Yang Multidisiplin (Presentasi Dirman)’, 02:45:26 UTC
<https://www.slideshare.net/dhyrmantz/ilmu-komunikasi-sebagai-ilmu-yang-multidisiplin-presentasi-dirman>
[accessed 1 June 2021].

Komentar
Posting Komentar