Peran Komunikasi dalam Masyarkat

 

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dengan yang namanya komunikasi. Apalagi manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, manusia sudah memiliki dorongan akan kebutuhan berinteraksi.

Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan. Masyarakat memiliki sturktur dan lapisan yang bermacam-macam, ragam lapisan dan struktur masyarakat tergantung pada kompleksitas masyarakat itu sendiri. Semakin kompleks suatu masyarakat, maka semakin rumit struktur masyarakat itu. Kompleksitas masyarakat juga ditentukan oleh ragam budaya dan proses-proses sosial yang dihasilkannya. Kegiatan komunikasi masyarakat dapat berupa komunikasi tatap muka yang terjadi pada komunikasi intrapersonal dan kelompok serta kegiatan komunikasi yang terjadi pada komunikasi massa.

1.       Peran komunikasi dalam media massa.

Media massa menjadi sebuah unsur yang memegang peranan penting dalam proses komunikasi dalam masyarakat. Karena media menjadi sebuah sarana untuk menyampaikan informasi yang bersifat jarak jauh, dalam artian tidak dapat melakukan komunikasi langsung. Maka dari itu media lahir untuk memudahkan komunikasi antar masyarakat. media lahir dari selembar surat, telegaram, telepon, koran, hingga akhirnya berkembang menjadi handphone, radio, televisi, internet, dan sebagainya untuk memudahkan manusia dalam berkomunikasi jarak jauh.Dizaman yang serba modern ini, bidang komunikasi juga banyak mendapatkan kemajuan, diantaranya ialah para pengguna HandPhone ( HP ) untuk memudahkan proses komunikasi jarak jauh, yang sebelumnya hanya menggunakan surat, telegram dan sebagainya. Produk dan penggunaan HP juga memperlihatkan fenomena yang mencengangkan. Meski tak ada angka pasti yang menunjukkan perkembangan ini,pemakaian HP kini sudah menyebar ke berbagai penjuru tanah air dan penggunaannya meningkat fantastis di kalangan anak-anak dan remaja.

2.       Peran komunikasi dalam pendidikan

Komunikasi merupakan sebuah ilmu, seni dan lapangan kerja tentu memiliki kontribusi yang dapat dimanfaatkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Komunikasi ada tiga unsur penting yang selalu hadir dalam setiap komunikasi yaitu, sumber informasi (receiver), saluran (media), dan penerima informasi (audience). Sumber informasi adalah seseorang atau institusi yang memiliki bahan informasi (pemberian) untuk disebarkan kepada masyarakat luas. Saluran adalah media yang digunakan untuk pemberian oleh sumber berita, berupa media interpersonal yang digunakan secara tatap muka maupun media massa yang digunakan untuk khalayak umum. Audience adalah seseorang, kelompok dan masyarakat yang menjadi sasaran informasi atau penerima informasi. Komunikasi memiliki peranan yang begitu penting dalam pendidikan di antaranya adalah :

·         Fungsi pengawasan. Fungsi ini berupa peringatan dan kontrol maupun kegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol ini dapat dilakukan untuk aktifitas prevensif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti pemberian informasi bahaya narkoba yang dilakukan melalui media masa dan ditunjukkan pada pelajar dan lebih luas lagi kepada masyarakat.

·         Fungsi sosial learning. Fungsi sosial learning ini adalah melakukan guilding dan pendidikan sosial kepada semua orang. Fungsi ini memberikan pencerahan kepada masyarakat dimana komunikasi masa itu berlangsung.

·         Fungsi penyampaian informasi. Fungsi ini merupakan proses penyampaian informasi kepada masyarakat luas

 

3.       Peran komunikasi dalam pencapuran budaya

Lewat komunikasi manusia menyesuaikan diri dan berhubungan dengan lingkungan serta mendaatkan keanggotaan dan rasa memiliki dalam berbagai kelompok sosial yang mempengaruhinya. Proses yang dilalui individu-individu untuk memperoleh aturan-aturan (budaya) komunikasi dimulai pada awal kehiduan. Melalui proses sosialisasi dan pendidikan, pola-pola budaya ditanamkan kedalam sistem syaraf yang menjadi bagian dari kepribadian dan perilaku manusia. Proses belajar yang terinternalisasikan ini memungkinkan manusia berinteraksi dengan anggota-anggota budaya lainnya yang juga memiliki pola-pola komunikasi serupa. Proses memperoleh pola demikian oleh individu-individu itu disebut enkulturasi atau istilah lainnya adalah pelaziman budaya (cultural cinditioning) dan pemrograman budaya (cultural programming).

Proses komunikasi mendasari proses akulturasi seseorang imigran. Akulturasi terjadi melalui identifikasi dan internalisasi lambang-lambang masyarakat pribumi yang signifikan. Orangorang pribumi memperoleh pola-pola budaya pribumi lewat komunikasi begitu juga dengan imigran. Seorang imigran akan mengatur dirinya untuk mengetahui dan diketahui dalam berhubungan dengan orang lain, dan itu dilakukan lewat komunikasi. Proses trial and error selama ini akulturasi sering mengecewakan dan menyakitkan. Dalam banyak kasus, bahasa asli imigran sangat berbeda dengan bahasa asli pribumi. Masalah-masalah komunikasi lainnya meliputi masalah komunikasi non verbal, seperti perbedaan-perbedaan dalam menggunakan dan pengaturan ruang, jarak antar pribadi, ekspresi wajah, gerak mata serta gerakan tubuh lainnya dan penting tidaknya perilaku non verbal. Dengan melakukan proses komunikasi personal, peran verbal dan non verbal juga menentukan kualitas komunikasi verbal yang di maksud meliputi bahasa lisan yang di gunakan yakni, logat yang di pengaruhi suku dan etnisitas serta volume suara. Sementara non verbal meliputi aspek bahasa tubuh yang tidak berbentuk kata-kata, melainkan interaksi simbol-simbol yang muncul melalui indera tubuh manusia. Komunikasi personal dan komunikasi sosial imigran tidak sepenuhnya dapat di pahami tanpa di hubungkan dengan lingkungan komunikasi masyarakat pribumi. Apakah imigran tinggal di desa atau di kota metropolitan, daerah miskin atau daerah kaya, sebagai buruh pabrik atau eksekutif semua itu merupakan kondisi-kondisi lingkungan yang mungkin secara signifikan mempengaruhi perkembangan sosio- budaya yang akan di capai imigran.

Referensi

EN Inah - Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan, 2013 - ejournal.iainkendari.ac.id

https://stiepena.ac.id/wp-content/uploads/2012/11/pena-fokus-vol-3-no-2-44-551.pdf

http://digilib.uinsby.ac.id/10784/5/bab%202.pdf

 

 

 

 

1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Komunikasi dan Ruang Lingkupnya.

BUKU PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI