BUKU PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI


 

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim,

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat serta inayah-Nya, yang karena-Nya, penulis diberikan kekuatan dan kesabaran untuk menyelesaikan buku yang berisi kumpulan materi tentang pengantar ilmu komunikasi yang dapat diselesaikan tepat waktu.

Adapun pengajuan buku ini ditujukan sebagai pemenuhan ketentuan Ujian Akhir Semester 2 pada jenjang perkuliahan Strata 1 Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Lewat penyusunan buku ini tentunya penulis mengalami beberapa hambatan, tantangan seta kesulitan, namun karena binaan dan dukungan dari semua pihak, akhirnya semua hambatan tersebut dapat teratasi.

Melalui penyusunan buku ini tentunya penulis sadar akan banyak ditemukan kekurangan pada bebrapa materi ini. Baik itu dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas materi yang penulis sajikan.

Dengan sepenuh hati, penulis pun sadar bahwa buku ini masih penuh dengan kekurangan dan keterbatasan, oleh sebab itu penulis memerlukan saran serta kritikk yang membangun yang dapat menjadikan buku ini lebih baik.

Selanjutnya penulis mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada segenap pihak yang telah memberikan dukungan, baik itu berupa bantuan, doa maupun dorongan dan beragam pengalaman selama proses penyelesaian penulisan buku ini.

Terakhir, tentunya penulis berharap setiap bantuan yang telah diberikan oleh segenap pihak dapat menjadi ladang kebaikan. Dan semoga buku ini dapat memberikan manfaat dan berguna bagi pembaca.

Mojokerto, 1 Juli 2021

 

Penulis


DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR. i

DAFTAR ISI ii

BAB 1 || ILMU KOMUNKASI DAN RUANG LINGKUPNYA. 4

BAB 2 || SEJARAH KOMUNIKASI. 9

BAB 3 || TOKOH-TOKOH PEMIKIR KAJIAN ILMU KOMUNIKASI. 13

BAB 4 || PERAN KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT. 22

BAB 5 || KOMUNIKASI SEBAGAI MULTIDISIPLIN ILMU. 27

BAB 6 || DIMENSI ILMU KOMUNIKASI 31

BAB 7 || MEDIA KOMUNIKASI 36

DAFTAR PUSTAKA.. 42

BAB 1 || ILMU KOMUNKASI DAN RUANG LINGKUPNYA.

Apakah kamu mengetahui tentang jurusan ilmu komunikasi ? Kenapa harus belajar tentang komunikasi ? Belajar komunikasi itu apakah seperti belajar berbicara saja ? Nah dari pada pertanyaan yang muncul lebih rumit lagi. Mari kita belajar tentang ilmu komunikasi dan ruang lingkupnya. 


Nah 2 gambar tersebut apakah termasuk komunikasi?

Komunikasi sendiri adalah proses pengiriman pesan dari seorang komunikator kepada komunikan baik melalui media ataupun secara langsung. Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi terjadi dengan adanya komunikator, pesan, komunikan. Balik lagi kecontoh gambar diatas.

Gambar bayi sedang menangis apa itu adalah bentuk komunikasi ?

Iyaa tentu karena bayi adalah seorang komunikan yang ingin menyampaikan pesannya dengan melalui tangisan tersebut contohnya bayi itu merasa lapar. Jadi bayi tersebut menangis untuk memberi tanda kepada ibu jika bayi tersebut merasa lapar. Begitu juga dengan contoh lainnya ibu yang sedang memarahi anaknya juga merupakan bentuk komunikasi pesan yang disampaikan adalah seperti ibu ingin anaknya tidak nakal lagi jadi pesan tersebut disampaikan ibu kepada anaknya melalui emosi amarah tersebut.

Setelah memahami contoh diatas, disini saya akan membahas lebih jauh lagi tentang ilmu komunikasi.

Menurut Everett M. Rogers Komunikasi sebagai proses pengalihan ide dari sumber ke penerima, dengan Tujuan untuk mengubah tingkah laku ke penerima tersebut.

Pembahasan Ilmu Komunikasi, ilmu adalah pengetahuan tentang suatu hal, baik yang menyangkut alam atau social dan diperoleh manusia melalui proses berpikir. Untuk menjadi suatu bidang ilmu sebuah peristiwa harus melewati berbagai hal, salah satunya adalah ruang lingkup, riset, teori, kritik, aplikatif. Sedangkan ilmu komunikasi adalah ilmu yang mempelajari usaha penyampaian pesan antar manusia yang mengajarkar pengetahuan dan keterampilan dalam berbagai konsentrasi seperti jurnalis, public relations officer, ahli manajemen komunikasi, presenting, broadcasting dan lain sebagainya. Ilmu komunikasi tidak berdiri diri karena ada ilmu sosiologi, psikologi, dan antropologi yang membentuk ilmu komunikasi.[1]  

Dalam komunikasi, terdapat beberapa syarat atau unsur untuk menunjukkan bahwa peristiwa tersebut dapat disebut dengan komunikasi, yaitu  :

  1. Komunikator : seseorang yang berinisiatif untuk mengirimkan pesan. Komunikator bisa terdiri dari satu orang maupun lebih serta bisa dalam bentuk massa.
  2. Komunikan : seseorang yang menerima pesan. Sama halnya dengan komunikator, komunikan bisa terdiri dari satu orang maupun lebih serta bisa dalam bentuk massa. Pesan : pesan disampaikan untuk mewujudkan komunikasi. Komunikator menyampaikan apa yang ia rasakan.
  3. Media : komunikasi bisa dilakukan dengan media baik secara langsung maupun tidak langsung.
  4. Efek : pengaruh dari isi pesan komunikator kepada komunikan. Lazimnya, terdapat tiga tahap, yaitu kognitif (tahu), afektif (setuju/tidak setuju), lalu konatif (tingkah laku nyata).
  5. Umpan balik/feedback : jawaban dari komunikan atas pesan yang disampaikan oleh komunikator.

Komunikasi dapat juga dibagi  jadi beberapa jenis yaitu :

  • Komunikasi Intrapersonal adalah berkomunikasi dengan diri sendiri contohnya ialah saat kita berfikir, ataupun seperti berbicara kepada diri sendiri, memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan, memikirkan suatu masalah, mempertimbangkan sampai mengambil keputusan, dan lain-lain.
  • Komuniksai Interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua orang atau lebih, yang biasanya tidak diatur secara formal, bertukar pikiran dan timbal balik.
  • Grup komunikasi grup ini dibagi menjadi 2 . Yang pertama keluarga, komunikasi keluarga ini hampir sama dengan Komunikasi kelompok namun struktur nya agak berbeda, yang lebih intim. Yang ke 2 adalah kelompok, contohnya ialah di kantor maupun kelompok”lainnya, Komunikasi kelompok ini mempunyai batasan atau aturan tertentu.
  • Komunikasi masa adalah berkomunikasi dengan media massa contoh Tv, radio, maupun smartphone dengan menggunakan jaringan.[2]

Berkomunikasi dibagi menjadi 2 macam yaitu:

  • Verbal adalah Berkomunikasi dengan lisan maupun tulisan.
  • Non verbal Adalah proses komunikasi di mana pesan disampaikan tidak menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya emosi,  gaya berbicara dan jarak.

    Tindakan komunikasi manusia dibagi menjadi 2 yaitu, Tindakan Komunikasi individu ialah tidakan berkomunikasi dengan cara face to face. Tindakan Komunikasi secara tidak langsung adalah tindakan komunikasi menggunakan perantara, contohnya media massa, surat kabar, whatsapp, kurir dan lain sebagainya.[3] 

BAB 2 || SEJARAH KOMUNIKASI.

Bagaimana sejarah komunikasi? Kapan manusia mulai berkomunikasi ? Jadi kita akan bahas tentang sejarah komunikasi.

Sejarah komunikasi dibagi menjadi menjadi 2 yaitu :

1.  Communication History atau sejarah komunikasi sebagai bagian dalam perkembangan kehidupan manusia.[1] Menurut Everett M Rogers (1986) sejarah komunikasi dibagi menjadi 4 era yaitu :

A.    Era tulisan (2000 SM)

·                 Komunikasi muncul pada peradaban manusia sejak pada tahun antara 40.000-35.000 SM disebut pada zaman cro-magnon

·                 Pada tahun 22.000 SM ahli prasejarah menemukan lukisan dalam gua, tulang, tanduk, batu, yang diperkirakan karya komunikasi pada zaman itu.

·                 4000 SM bangsa sumenia mulai menulis pada lembaran tanah liat.

·                 2000 SM bangsa mesir kuno menggunakan daun pappirus untuk menyampaikan pesan tertulis.

·                 Suku maya dan bangsa cina mulai mengembangkan sistem tulis secara independen, sampai pada tahun 1041 cina menemukan alat cetak buku sederhana.

B.     Era cetak (1456)

·                 1456 - Ditandai dengan penemuan alat mesin cetak (metal) hand – press oleh Gutenberg

·                 1833 – publish pertaman kali surat kabar (penny press) yang berjudul “The New York Sun”

C.     Era telekomunikasi (1884)

·                 1884 – ditemukan dan pengiriman pesan pertama kali melalui alat telegraph adalah Samuel Morse

·                 1876 – Alexander Graham Bell menemukan dan mengirimkan pesan pertama kali melalui telephone

·                 1895 – Guglielmo Marcomi mengirimkan pesan pertama melalui radio

·                 1933 – RCA (Radio Corparation of America) mendemonstrasikan televisi

D.    Era interaktif (1946)

·                 1946 – penemuan mainframe computer pertama yang dinamai “ENIAC” di universitas penny ivania, amerika serikat.

·                 1957 – rusia meluncurkan satelit luar angkasa pertama yang bernama “SPUTNIK”

·                 1969 – Leonard Kleinrock menemukan internet. [2]                                      

  1. Communication Science History atau sejarah komunikasi sebagai dari cabang keilmuan dari ilmu pengetahuan. Dibagi juga menjadi 4 periode:

A.    Periode Retorika (yunani kuno)

Pengagas dan pengkaji ilmu komunikasi pertama aristoteles pada zaman yunani kuno 300 SM. Yang dikajinya pertama kali adalah komunikasi satu arah (komunikasi linier) yang sifatnya persuasif. 3 hal pada komunikasi yang bisa berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi antara komunikator dan komunikan adalah :

·                 Ethos adalah kredibilitas komunikator

·                 Pathos adalah kemampuan komunikator untuk mengolah emosi

·                 Logos adalah kemampuan komunikator untuk menyampaikan sebuah fakta.

B.     Periode Pertumbuhan (1900 – World War 2)

·                 Awal abad 20 komunikasi menjadi topik pentik karena teknologi komunikasi radio, televisi, telepon, dan satelit semakai berkembang

·                 Masuknya proses industrialisasi dan modernisasi di negara eropa barat dan amerika. Sehingga mereka mengkaji tentang kajian komunikasi propaganda, opini publik, pemasaran, periklanan.

C.     Periode Konsolidasi (World War 2 – 1960)

·                 Perkembangan ilmu komunikasi sebagai suatu ilmu sosial bersifat multidisplier (mencakup berbagai ilmu) mulai terjadi. Karena para tokoh dari disiplin ilmu mulai mengkaji ilmu komunikasi yaitu. Harold Lasswell (politik), Pail Lazarfelds (sosiologi), Lewin (psikologi), Shannon dan Weaever (insinyur komunikasi)

·                 Dan The Founding Father Communication adalah Wilbur Schramm

D.    Periode Teknologi Komunikasi (1960 – sekarang )

·                 Bidang keilmuan seperti literatur, spesialisasi, teori, dan model komunikasi semakin berkembang

·                 Bidang institusi seperti pendidikan, asosiasi, pusat penelitian berkembang.

·                 Bidang teknologi seperti komputer, televisi, internet, smartphone semakin canggih dan berkembang.[3]

BAB 3 || TOKOH-TOKOH PEMIKIR KAJIAN ILMU KOMUNIKASI.

Sejarah peradaban manusia merupakan salah satu sumber perspektif teori komunikasi. Melalui pembahasan alur waktu dari perkembangan peradaban manusia, kita akan mengetahui perkembangan kajian ilmu komunikasi berdasarkan perspektif ahli pada saat itu. Tiap-tiap perkembangan peradaban manusia melahirkan cara pandang dan kajian yang berbeda. Jadi, munculnya teori amat tergantung dari perkembangan sejarah. Dari perkembangan sejarah muncullah beberapa tokoh yang mempelajari tentang ilmu komunikasi. 


A.      Muhammad Alwi Dahlan

Muhammad Alwi Dahlan lahir di Padang, Sumatera Barat, Tanggal 15 Mei 1933,  Umur 83 tahun, ia adalah salah seorang tokoh politik Indonesia. Sebelum diangkat sebagai Menteri Penerangan dalam kabinet terakhir yang dipimpin oleh Presiden Soeharto  (Maret-21 Mei 1998), ia pernah menjabat sebagai Asisten Menteri Negara bidang Keserasian Kependudukan dan Lingkungan, dan Bidang Kependudukan, di Kementerian Lingkungan Hidup  (1979-1993) serta Kepala BP-7 (Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) (1993-1998). Pada  5 Juli 1997, ia dikukuhkan sebagai  Guru Besar dalam bidang ilmu komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Alwi Dahlan adalah putra Dahlan Sjarif Datuk Djundjung, seorang bupati pada kantor Gubernur Sumatera Tengah. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di Padang, lalu melanjutkan ke Bukittinggi. Setelah menyelesaikan sekolah menengah atasnya, ia masuk ke Fakultas Ekonomi UI, Jakarta. Ia berangkat ke AS pada 1958 sebelum sempat menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi, karena ia diundang oleh Organisasi Nasional Mahasiswa AS (US National Student Association) dalam posisinya sebagai aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI). Pada tahun 1961 ia menyelesaikan studi S-1nya di American University, Washington, DC dan memperoleh gelar BA. Ia melanjutkan studinya ke Universitas Stanford dan mengambil gelar Master of Arts  (MA) dalam bidang ilmu komunikasi pada 1962. Pada 1967 Alwi meraih gelar doctor dalam ilmu komunikasi dari Universitas Illinois di kota Urbana, Amerika Serikat, dan menjadi orang Indonesia pertama yang memiliki gelar doktor dalam bidang tersebut. Selama belajar di AS itu, Alwi harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keuangannya. Misalnya, ia pernah bekerja sebagai penjaga malam di gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) di Washington, DC. Alwi Dahlan yang masih merupakan kemenakan dari Usmar Ismail, tokoh perfilman Indonesia, memiliki kegemaran menulis dan mengarang. Pada usia 16 tahun ia sudah aktif mengarang, antara lain, cerita pendek di mingguan nasional "Mimbar Indonesia" dan majalah "Kisah" terbitan Jakarta. Ketika duduk di bangku SMP, Alwi menerbitkan koran sekolahnya. Alwi pun menjadi koresponden untuk majalah "Siasat" dan mengisi rubrik kebudayaan "Gelanggang" di majalah tersebut. Di bangku SMA ia menulis rangkaian reportase perjalanan kaki menjelajahi pedalaman Alas, Gayo, dan Aceh untuk "Siasat". Ia pun aktif menulis dalam "Zenith", sebuah majalah kebudayaan yang diterbitkan oleh "Mimbar Indonesia".

Di Universitas Indonesia, Alwi mengembangkan kegiatan penulisannya dalam penerbitan kampus; ia menjadi pemimpin redaksi Majalah "Forum" dan "Mahasiswa". Pada 1958, bersama teman-temannya, Emil Salim, Teuku Jacob, Koesnadi Hardjasoemantri, dan Nugroho Notosusanto, ia mendirikan Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia. Selama periode 1953-1958, Alwi sempat menulis sembilan skenario film, a.l., "Tiga Dara". "Harimau Tjampa", film yang ditulisnya sebagai skenario berdasarkan cerita asli Usmar Ismail, memperoleh penghargaan Festival Film Indonesia I sebagai skenario film terbaik. Ia juga memperoleh penghargaan dari Festival Film Asia Pasifik untuk balada pengiring yang memakai teknik randai Minang untuk film Usmar "Tamu Agung". Film "Jenderal Kancil" yang dikerjakan oleh Usmar Ismail dan dibintangi oleh Achmad Albar, dibuat berdasarkan buku cerita anak-anak karangan Alwi Dahlan yang berjudul "Pistol si Mancil", terbitan Balai Pustaka. Alwi mengatakan, teori komunikasi model barat membantu pemahaman tentang masalah komunikasi yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun, ia mengingatkan teori barat juga penting sebagai dasar ilmu komunikasi, bukan yang utama. Dan komunikasi khas Indonesia agar kemajuannya ilmu komunikasi terus berkembang sesuai dengan budaya dan keanekaragaman etnik di Indonesia, ia mencontohkan, tidak ada yang bisa menjelaskan dalam teori komunikasi tentang adanya tawuran atau kekerasan yang terjadi di Indonesia, padahal komunikasi[1]

B.      Claude Shannon

Shannon lahir tahun 1916 di kota kecil Petosky, Michigan. Sejak kecil Shannon telah dikenalkan ayahnya pada benda-benda elekotronika, seperti radio. Shannon amat maju dalam memahami ilmu pengetahuan dan matematika. Shannon mengambil dua bidang pendidikan pada tingkat sarjana di Universitas Michigan; Jurusan Teknik Elektronika dan Matematika. Pada usia 21 tahun tepatnya tahun 1936 Shannon mengambil Master di MIT dan telah menjadi asisten peneliti Vannevar Bush. Shannon menyelesaikan program doktornya pada jurusan Matematika di MIT tahun 1940. Teori Informasi Shannon pertama kali dipublikasikan tahun 1948 melalui Bell System Technical Journal. Sumbangsihnya terhadap komunikasi berupa teori informasi dengan model matematikanya.

C.     David K. Berlo

Berlo lahir tahun 1929. Ia merupakan salah satu mahasiswa generasi pertama di Program Doktor Komunikasi di bawah kepemimpinan Wilbur Schramm di Illinois. Berlo dikenal juga sebagai penemu program komuniaksi di Universitas Michigan yang banyak melahirkan doktor komunikasi. Berlo merupakan penulis buku teks komunikasi yang terkenal, The Process of Communication (1960). Buku ini mengajarkan model komunikasi SMCR; Source-Message-Channel-Receiver. Berlo mendasarkan rumusannya pada model komuniaksi yang dirumuskan Shannon, yaitu teori informasi dengan model matematikanya. Berlo menjadi mahasiswa program doktor yang dipimpin Wilbur Schramm di Illinois tahun 1953. Sebelumnya Berlo adalah mahasiswa Jurusan Matematika di Universitas Missouri. Berlo kelak menjadi pimpinan di fakultas komunikasi yang dibuka di Universitas Michigan.

D.      Theodore Newcomb

Berbeda dengan model Shannon, Newcomb menekankan pada komunikasi sosial atau komunikasi antarpribadi. Pendekatan Newcomb memperhatikan arti penting peran komunikasi dalam kehidupan sosial, yakni peran komunikasi dalam membangun keseimbangan pada sistem sosial. Model Newcomb dikenal sebagai Model ABX.[2]

E.      J. Habermas Juergen.

Habermas merupakan filsuf dan ahli teori sosial dari Jerman. Habermas menawarkan pendekatan yang rasional dalam menentukan hal yang baik dan yang salah. Habermas merupakan tokoh kontemporer dari Frankurt School yang melahirkan Theory of Universal Pragmatics dan The Transformation of Society. Habermas juga terkenal dengan Technological Determinism-nya, yaitu pendekatan yang menyatakan bahwa teknologi adalah salah satu faktor terpenting penyebab perubahan sosial.

F.        Carl Hovland

Hovland lahir di Chicago, 12 Juni 1912. Memasuki Universitas Nothwestern sampai tingkat master. Ia melanjutkan ke program doktor pada Program Psikologi di Universitas Yale karena tertarik pada Clark Hull, seorang akademisi yang beraliran behaviorisme. Kepribadian Hovland sangat menarik. Dia seorang pendengar yang baik, pendiam, dan sedikit berbicara, tetapi dengan kemampuan luar biasa Hovland diakui sangat jenius dan produktif. Dia dapat melakukan pekerjaan yang kompleks sekaligus, seperti mengedit naskah, berbicara lewat telepon, dan memasang slide. Pendekatan Hovland seringkali cenderung elektik yakni memakai banyak pendekatan daripada satu perspektif. Ujung karier Hovland adalah ketika dia diketahui menderita kanker dan meninggal. Hovland sebagaimana Laswell merupakan staff pengajar di Yale University yang tergolong universitas elit di Amerika. Penelitian Hovland tentang persuasi secara tidak langsung banyak dipengaruhi oleh teori-teori yang dikembangkan Freud. Hovland dikenal dengan penelitian-penelitian tentang persuasi dengan metode eksperimen. Karya penelitian Hovland diantaranya adalah tentang dampak film bagi pembangunan moral prajurit dalam manghadapi Perang Dunia II.

G.     Robert K. Merton

Merton lahir sebagai anak imigran dari sebuah daerah kumuh di Philadelphia Utara. Merton memperoleh gelar BA dari Universitas Temple pada Program Sosiologi. Selama 3 tahun Merton mengajar kemudian menjadi associate professor, selanjutnya menjadi profesor serta pimpinan pada Departemen Sosiologi di Tulane University hingga dipanggil Universitas Colombia pada tahun 1941. Melalui tulisannya di tahun 1938 yang berjudul Social Structure and Anomie, mengantarkan Merton menjadi ahli teori sosial muda. Menurut Merton, baik kesesuaian (conformity) maupun penyimpangan (deviation) sama-sama produk dari struktur sosial. Merton dikenal sebagai intelektual perkotaan yang sangat dihargai karena pilihan kata-katanya, baik dalam tulisan maupun pembicaraan. Lazarsfeld sangat menghargainya dan menyebutnya sebagai “tuan sosiologi negeri ini (Amerika)”. Merton juga seorang sarjana komunikasi massa. Meron mengkaji bersama-sama dengan Fiske dan Curtis tentang jarinagn radio CBS. Merton merupakan pengajar di Universitas Columbia dalam kurun waktu 35 tahun bersama dengan Lazarsfeld. Merton dikenal sebagai ahli ilmu sosial, sedangkan Lazarsfeld sebagai ahli metode penelitian kuantitatif yang mempelajari dampak komunikasi. Keberadaan dua figur ini di tahun 1941 ikut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi merosotnya pamor Chicago School. Pada tahun 1943 Merton menjadi Direktur Pembantu di Bureau of Applied Social Research yang dipimpin Lazarsfeld di Columbia University. Salah satu jasa penting Merton adalah kecenderungan Merton membawa middle range theory dalam kajian komunikasi. Karya Merton yang terkenal adalah Social Theory and Social Structure (1949).

                                                                            

H.       Paul F. Lazarsfeld

Lazarsfeld lahir dan menghabiskan tiga puluh tahun pertama hidupnya di Wina. Lazarsfeld melihat ayahnya sebagai pengacara yang sangat miskin dan tidak sukses. Kehidupan Lazarsfeld merupakan perpaduan antara dunia akademik dan bisnis. Ibunya tidak memiliki pendidikan formal, tetapi dikenal sebagai penulis buku How the woman Experiences the Male yang terbit di Eropa tahun 1931. Lazarsfeld mmperoleh bekal pendidikan yang memadai sebagaimana tipikal naka-anak kalangan menengah di Wina. Pada tahun 1925, dalam usia 24 tahun, Lazarsfeld memperoleh gelar doktor dalam matematika terapan dari Universitas Wina. Lazarsfeld merupakan salah seorang pemikir dan ahli ilmu sosial eropa yang muncul pada awal PD II. Dia menyebut dirinya sebagai positivis eropa. Lazarsfeld dikenal dengan lembaganya The Bureau of Applied Social Research yang banyak melakukan penelitian tentang radio dan surat kabar.

I.          Harold D. Laswell

Laswell lahir di Donnelson, Illinois. Ayahnya seorang menteri dan ibunya seorang guru SMU. Laswell memiliki minat baca yang luas. Pamannya yang seorang dokter pernah memberi dia sebuah buku dari perkuliahan Freud pada tahun 1909 di Clark University. Buku ini besar pengaruhnya terhadap minat Laswell dalam memakai pendekatan psikoanalisis dalam mengkaji peran kepribadian dalam politik. Sejak di SMU Laswell telah menjadi redaktur surat kabar sekolah.Potensi akademisnya mengantarkannya memperoleh beasiswa belajar di Universitas Chicago dan mengambil ilmu ekonomi.Di tahun 1992 Laswell mangambil program doktor untuk ilmu politik. Dalam konteks kajian ilmu komunikasi, Laswell tidak pernah menyebut diri sebagai ilmuwan ilmu komunikasi, tetapi kita berutang pada Laswell karena pemikiran dan tulisan-tulisannya banyak dijadikan rujukan dalam kajian ilmu komunikasi. Laswell mengkaji pembentukan opini publik, peran pemimpin politik, dan analisis isi media massa. Laswell kemudian mengajarkan kursus tentang propaganda dan opini publik di Universitas Chicago. Sekarang kita kenal juga dengan kajian komunikasi massa. Laswell berkenalan dengan ilmu komuniaksi melalui pertemuan rutin yang diadakan di kantor pemerintah fedral dan kantor pemerintah AS dalam rangka menghadapi PD II. Laswell sebagaimana akademisi dari berbagai disiplin ilmu sosial lain, seperti rombongan imigran dari Eropa (Lewin, Lazarsfeld, Hovland), terlibat aktif membicarakan peran komunikasi dalam rangka membangkitkan kesadaran publik Amerika dalam menghadapi ancaman PD II. Teori Laswell yang sangat dikenal adalah model komunikasi Who-Says What-in Which Channel-to Whom-with What Effect. Model ini pertama kali dipublikasikan dalam sebuah laporan dari Rockfeller Foundation Communication Seminar pada 1 November 1940. Yang dilakukan Laswell menyangkut propaganda adalah membuat metode penelitian komunikasi yang dikenal sebagai content analysis atau analisis isi. Salah satu karya Laswell yang penting adalah tiga jilid buku Propaganda and Communication in World History. Ini merupakan sebuah karya penting dalam perjalanan karier akademiknya yang panjang. Laswell sering dikelompokkan sebagai the forerunner of the field of communication yang berasal dari Universitas Chicago. Maksudnya mereka yang mengkaji komunikasi, tetapi kemudian kembali ke disiplin awalnya. Laswell kembali ke dasar ilmunya di ilmu politik.

J.       Everett M. Rogers

Rogers memiliki konsep yang disebut Rogers-Farace Coding System (one up, one down, dan one across) yang dapat digunakan untuk menghitung pertukaran pesan komunikasi.Sistem koding ini telah digunakan pada sejumlah bidang mulai dari interaksi polisi dengan negoisasi buruh, anak-anak yang tidak dapat belajar, wawancara pekerjaan, interaksi di ruang kelas, pertemuan staf dengan manajer hingga konteks perkawinan dan sistem keluarga. Rogers dikenal dengan tulisan-tulisannya tentang difusi inovasi dan jaringan komunikasi. Terdapat beberapa buku karya Rogers yang terkenal diantaranya Communication Network, Communication Technology New Media in Society, History of Communication Study a Biographical Approach dan Organization Communication. Rogers termasuk ilmuwan yang merasakan terdapatnya aspek lain selain pendekatan scientific yang cenderung memandang komunikasi sebagai proses yang linier. Seperti Schramm, Rogers juga datang dari disiplin lain, kemudian tertarik mempelajari komunikasi dan dalam perkembangannya menetap menekuni ilmu komunikasi. Rogers meraih gelar master dari Iowa State University. Rogers meraih gelar doktor tahun 1957 dengan disertasi bertema tentang difusi inovasi pertanian di antara para petani di sebuah masyarakat pedesaan di Iowa. Setelah mendapat gelar doktor, Rogers pindah ke Ohio State University sebagai asisten profesor dalam sosilogi pedesaan dengan spesialisasi difusi inovasi. Di tempat ini Rogers aktif melakukan berbagi penelitian komuniaksi yang banyak dilakuakn secara lintas departemen. Pada tahun 1964 Rogers pindah ke Michigan State University dan bersama-sama dengan David K. Berlo membina jurusan ilmu komunikasi. Rogers mengabdi di michigan State University hingga tahun 1972 kemudian pindah ke Stanford University. Di sini Rogers menggantikan Schramm sebagai Ketua Departemen Komunikasi. Terakhir Rogers memimpin Departemen Komuniaksi University of New Mexico di negara bagian selatan amerika. Secara formal Rogers berasal dari sosiologi, tetapi perhatiannya lebih banyak pada komunikasi.[3]

BAB 4 || PERAN KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT.

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dengan yang namanya komunikasi. Apalagi manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, manusia sudah memiliki dorongan akan kebutuhan berinteraksi. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan. Masyarakat memiliki sturktur dan lapisan yang bermacam-macam, ragam lapisan dan struktur masyarakat tergantung pada kompleksitas masyarakat itu sendiri. Semakin kompleks suatu masyarakat, maka semakin rumit struktur masyarakat itu. Kompleksitas masyarakat juga ditentukan oleh ragam budaya dan proses-proses sosial yang dihasilkannya. Kegiatan komunikasi masyarakat dapat berupa komunikasi tatap muka yang terjadi pada komunikasi intrapersonal dan kelompok serta kegiatan komunikasi yang terjadi pada komunikasi massa.

1.       Peran komunikasi dalam media massa.

Media massa menjadi sebuah unsur yang memegang peranan penting dalam proses komunikasi dalam masyarakat. Karena media menjadi sebuah sarana untuk menyampaikan informasi yang bersifat jarak jauh, dalam artian tidak dapat melakukan komunikasi langsung. Maka dari itu media lahir untuk memudahkan komunikasi antar masyarakat. Media lahir dari selembar surat, telegaram, telepon, koran, hingga akhirnya berkembang menjadi handphone, radio, televisi, internet, dan sebagainya untuk memudahkan manusia dalam berkomunikasi jarak jauh.Dizaman yang serba modern ini, bidang komunikasi juga banyak mendapatkan kemajuan, diantaranya ialah para pengguna handphone ( HP ) untuk memudahkan proses komunikasi jarak jauh, yang sebelumnya hanya menggunakan surat, telegram dan sebagainya. Produk dan penggunaan HP juga memperlihatkan fenomena yang mencengangkan. Meski tak ada angka pasti yang menunjukkan perkembangan ini,pemakaian HP kini sudah menyebar ke berbagai penjuru tanah air dan penggunaannya meningkat fantastis di kalangan anak-anak dan remaja.[1]

2.       Peran komunikasi dalam pendidikan

Komunikasi merupakan sebuah ilmu, seni dan lapangan kerja tentu memiliki kontribusi yang dapat dimanfaatkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Komunikasi ada tiga unsur penting yang selalu hadir dalam setiap komunikasi yaitu, sumber informasi (receiver), saluran (media), dan penerima informasi (audience). Sumber informasi adalah seseorang atau institusi yang memiliki bahan informasi (pemberian) untuk disebarkan kepada masyarakat luas. Saluran adalah media yang digunakan untuk pemberian oleh sumber berita, berupa media interpersonal yang digunakan secara tatap muka maupun media massa yang digunakan untuk khalayak umum. Audience adalah seseorang, kelompok dan masyarakat yang menjadi sasaran informasi atau penerima informasi. Komunikasi memiliki peranan yang begitu penting dalam pendidikan di antaranya adalah :

·                 Fungsi pengawasan. Fungsi ini berupa peringatan dan kontrol maupun kegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol ini dapat dilakukan untuk aktifitas prevensif untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti pemberian informasi bahaya narkoba yang dilakukan melalui media masa dan ditunjukkan pada pelajar dan lebih luas lagi kepada masyarakat.

·                 Fungsi sosial learning. Fungsi sosial learning ini adalah melakukan guilding dan pendidikan sosial kepada semua orang. Fungsi ini memberikan pencerahan kepada masyarakat dimana komunikasi masa itu berlangsung.

·                 Fungsi penyampaian informasi. Fungsi ini merupakan proses penyampaian informasi kepada masyarakat luas[2]

3.       Peran komunikasi dalam pencapuran budaya

Lewat komunikasi manusia menyesuaikan diri dan berhubungan dengan lingkungan serta mendaatkan keanggotaan dan rasa memiliki dalam berbagai kelompok sosial yang mempengaruhinya. Proses yang dilalui individu-individu untuk memperoleh aturan-aturan (budaya) komunikasi dimulai pada awal kehiduan. Melalui proses sosialisasi dan pendidikan, pola-pola budaya ditanamkan kedalam sistem syaraf yang menjadi bagian dari kepribadian dan perilaku manusia. Proses belajar yang terinternalisasikan ini memungkinkan manusia berinteraksi dengan anggota-anggota budaya lainnya yang juga memiliki pola-pola komunikasi serupa. Proses memperoleh pola demikian oleh individu-individu itu disebut enkulturasi atau istilah lainnya adalah pelaziman budaya (cultural cinditioning) dan pemrograman budaya (cultural programming).

Proses komunikasi mendasari proses akulturasi seseorang imigran. Akulturasi terjadi melalui identifikasi dan internalisasi lambang-lambang masyarakat pribumi yang signifikan. Orangorang pribumi memperoleh pola-pola budaya pribumi lewat komunikasi begitu juga dengan imigran. Seorang imigran akan mengatur dirinya untuk mengetahui dan diketahui dalam berhubungan dengan orang lain, dan itu dilakukan lewat komunikasi. Proses trial and error selama ini akulturasi sering mengecewakan dan menyakitkan. Dalam banyak kasus, bahasa asli imigran sangat berbeda dengan bahasa asli pribumi. Masalah-masalah komunikasi lainnya meliputi masalah komunikasi non verbal, seperti perbedaan-perbedaan dalam menggunakan dan pengaturan ruang, jarak antar pribadi, ekspresi wajah, gerak mata serta gerakan tubuh lainnya dan penting tidaknya perilaku non verbal. Dengan melakukan proses komunikasi personal, peran verbal dan non verbal juga menentukan kualitas komunikasi verbal yang di maksud meliputi bahasa lisan yang di gunakan yakni, logat yang di pengaruhi suku dan etnisitas serta volume suara. Sementara non verbal meliputi aspek bahasa tubuh yang tidak berbentuk kata-kata, melainkan interaksi simbol-simbol yang muncul melalui indera tubuh manusia. Komunikasi personal dan komunikasi sosial imigran tidak sepenuhnya dapat di pahami tanpa di hubungkan dengan lingkungan komunikasi masyarakat pribumi. Apakah imigran tinggal di desa atau di kota metropolitan, daerah miskin atau daerah kaya, sebagai buruh pabrik atau eksekutif semua itu merupakan kondisi-kondisi lingkungan yang mungkin secara signifikan mempengaruhi perkembangan sosio- budaya yang akan di capai imigran.[3]

BAB 5 || KOMUNIKASI SEBAGAI MULTIDISIPLIN ILMU.

Ilmu merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan pengetahuan atau fakta yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, dan dilanjutkan dengan pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode yang biasa dilakukan dalam penelitian ilmiah (observasi, eksperimen, survai, studi kasus dan lain-lain).[1]

Ilmu multidisipliner adalah ilmu yang pendekatannya dalam pemecahan suatu masalah dengan menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang banyak ilmu yang relevan. Komunikasi merupakan bidang ilmu yang sangat multidisiplin pada berbagai aspek kehidupan manusia. Dari beberapa penelitian sebelumnya mengenai komunikasi adalah bagian dari multidisiplin pengetahuan. Peristiwa komunikasi yang diamati dalam ilmu komunikasi, juga sangat luas dan kompleks karena menyangkut berbagai aspek sosial, budaya, ekonomi dan politik dari kehidupan manusia. Oleh karena itu, ilmu komunikasi merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan yang termasuk dalam kelompok ilmu-ilmu sosial (social sciences).[2] Dewasa ini teori komunikasi terus mengalami perkembangan. Hal ini tidak terlepas dari karakteristik yang dimiliki oleh ilmu tersebut, yaitu multidisipliner dan bidang kajiannya sangat luas. Komunikasi disebut sebagai bagian dari ilmu multidisiplin karena komunikasi meliputi pemahaman bagaimana cara orang membuat dan menyampaikan pesan. Sehingga ada beberapa penelitian dari komunikasi yang menggabungkan antara penelitian ilmiah dan sastra, dari segi sastra cara orang menyampaikan pesan disebut dengan retorika. Selanjutnya, pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam ilmu komunikasi juga bukan hanya dari 1 pengetahuan saja, ilmu politik misalnya. Tetapi juga berasal dari berbagai disiplin ilmu. Sifat ilmu komunikasi yang multidisiplin ini tidak bisa dihindari, karena dalam pengamatannya, ilmu komunikasi juga mengamati objek dari banyak aspek, contoh dari aspek politik, budaya, ekonomi, dan sosial dari kehidupan manusia.[3]

Komunikasi masih banyak diteliti dalam berbagai jenis penelitian, misalnya ; para psikolog meneliti komunikasi sebagai jenis perilaku tertentu yang didorong oleh proses-proses psikologi yang berbeda, para sosiolog memfokuskan pada masyarakat dalam proses sosial serta melihat pula komunikasi sebagai salah satu faktor sosial yang penting dalam masyarakat, para antropolog yang biasanya tertarik pada kebudayaan memperlakukan komunikasi sebagai sebuah faktor yang membantu mengembangkan, mempertahankan, dan mengubah kebudayaan, dan sebelumnya ada : sosiologi komunikasi, psikologi komunikasi (komunikasi dikaji oleh ilmu lain). Ilmu komunikasi adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner. Karena pendekatan-pendekatan yang dipergunakan berasal dari dan menyangkut berbagai bidang keilmuan (disiplin) lainya seperti linguistik, sosiologi, psikologi, antropologi, politik, dan ekonomi. Sifat “kemultidisiplinan” ini tidak dapat dihindari karena obyek pengamatan dalam ilmu komunikasi sangat luas dan komplek, menyangkut berbagai aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik dari kehidupan manusia.[4]

Hubungan ilmu komunikasi dengan Ilmu ilmu lainnya :

1.      John Dewey (ahli psikologi filsafat beraliran liberal)

·         Ahli filsafat pertama tentang komunikasi

·         Menginginkan adanya surat kabar yang dapat mempublikasikan berbagai hasil riset ilmu pengetahuan dan memperbaiki masalah sosial

·         Dewey yakin akan potensi surat kabar untuk membawa ferormasi sosial

2.      George Herbet Mead (Psikologi dan Filsafat)

·         Catatan kuliahnya diterbitkan dengan judul “Mind, Self and Society” yang menempatkan komunikasi sebagai basis dari sosialisasi

·         Melalui pendekatan ilmu jiwa sosial, Mead mengakui komunikasi sebagai hal yang paling mendasar bagi hubungan antar manusia.

3.      Charles Harton Cooley (Sosiologi)

·         Cooley tertarik pada sosiologi melalui karyanya Herbert Spencer oleh karena itu ia melihat bahwa pross komunikasi antar pribadi dengan orangtua dan kelompok masyarakat, sebagai basis sosialisasu dari studi sosiologi yang dia buktikan melalui observasi yang ketat terhadap pertumbuhan kedua anaknya

4.      Nober Weiner (Matematika)

·         Merupakan salah seorang profesor matematika terbaik di Amerika Serikat

·         Kontribusi Weiner dalam studi komunikasi adalah teori Cybernetic yang membahas tentang kelajuan arus informasi dilihat dari segi recording, encoding, storage, transmisi dan diseminasi antara satu sistem dengan sistem lainnya.

5.      Claude E. Shannon (Elektronika)

·         Dua buah tulisannya yang membicarakan teori informasi yang dimuat dalam bell system technical journal tahun 1948, dengan judul “The Mathematical Theory of Communication” yang disebut sebagai model komunikasi matematika yang banyak dikutip oleh sarjana komunikasi dan dipandang sebagai model komunikasi pertama yang dilukiskan secara visual.

6.      Wilbur Schramm (Kesusastraan)

·         Mendirikan lembaga pendidikan dan riset komunikasi di university of illinois dan di Stanford University.

·         Menerbitkan beberapa buku teks bacaan diantaranya Mass Communication (1949), The Process and Effects of Mass Communication (1984), Mathematical Theory of Communication (1956).

·         Memprakarsai pengkajian komunikasi pembagunan dan kebijaksanaan komunikasi.[5]

BAB 6 || DIMENSI ILMU KOMUNIKASI

Kalian tau komunikasi itu apa ? Komunikasi adalah suatu proses dimana seseorang, beberapa orang, organisasi, kelompok atau masyarakat yang menggunakan suatu informasi agar terhubung dengan orang lain. Komunikasi dapat dilakukan secara verbal dan non verbal. Dalam komunikasi juga terdapat yang dinamakan dimensi loh, apa aja sih dimensi komunikasi ?

Berikut ini adalah dimensi komunikasi dari berbagai sumber.

Dimensi komunikasi

·         Komunikasi sebagai proses

Sesuatu yang didefinisikan sebagi proses berarti unsur unsur didalamnya bergerak aktif, dinamis, dan tidak statis. Jadi komunikasi dipandang sebagai proses adalah sebuah komunikasi akan berlangsung secara dinamis.

·         Komunikasi sebagai simbolik

Semua manusi baik yang ditunjukkan kepada dirinya maupun kepada orang lain pasti berbentuk simbol. Hubungan orang yang berkomunikasi baik buruknya banyak menggunakan simbol unntuk berkomunikasi.

·         Komunikasi sebagai multidimensional

Ada 2 tingkatan yang dapat diidentifikasi yaitu dimensi isi dan dimensi hubungan. Kedua dimensi ini tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. Dimensi isi menunjukkan kata, bahasa, dan informasi dari suatu pesan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana interaksi saat berkomunikasi.

·         Komunikasi sebagai sistem

Sistem sering kali didefinisikan sebagai suatu aktivitas dimana ada unsur didalamnya sedang berkomunikasi satu dengan yang lain. Atau dengan kata lain sistem adalah seperangkat komponen yang saling bergantung satu dengan lainnya. Suatu komunikasi tidak akan terjadi bila salah satu  komponennya terabaikan.

·         Komunikasi sebagai tranksaksional

Komunikasi tidak akan terjadi tanpa melibatkan orang lain. Dalam proses ini akan menimbulkan action dan interaction diantara pelaku-pelaku komunikasi. Komunikasi ini bersifat interplay atau saling  mempengaruhi secara simultan dan dinamis diantara pelaku komunikasi.[1]

Devito menegaskan bahwa lingkungan (konteks) komunikasi setidak tidaknya memiliki 3 dimensi, yaitu dimensi fisik, dimensi sosial-psikologis, dan dimensi temporal. Berikut ini merupakan penjabaran dari apa yang dimaksudkan devito tersebut:

·         Dimensi Fisik Menurut devito, ruang atau bangsal atau taman di mana komunikasi itu berlangsung disebut konteks atau lingkungan fisik. Yang dimaksud dengan konteks atau lingkungan fisik dalam hal ini adalah lingkungan nyata atau berwujud (tangible). Lingkungan fisik ini, apapun bentuknya, mempunyai pengaruh tertentu atas kandungan pesan kita (apa yang kita sampaikan) selain juga bentuk pesan (bagaimana kita menyampaikannya).

·         Dimensi Sosial-Psikologis Dimensi sosial-psikologis ini, misalnya meliputi tata hubungan status di antara mereka yang terlibat, peran dan permainan yang dijalankan orang, serta aturan budaya: masyarakat di mana mereka berkomunikasi. Lingkungan atau konteks ini juga mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas, serius atau senda-gurau. Komunikasi yang dibolehkan pada suatu pesta wisuda mungkin tidak dibolehkan di rumah sakit. Tentu saja Anda paham dengan apa yang dimaksud oleh Vito. Komunikasi yang terjalin di antara hadirin pada pesta wisuda tentunya semuanya dalam suasana gembira. Sementara itu suasana di rumah sakit kebanyakan bernuansa sedih, iba, dan harus pandai-pandai menyesuaikan diri dengan suasana lingkungan.

·         Dimensi Temporal atau Waktu Dimensi ini mencakup waktu dalam sehari maupun waktu dalam hitungan sejarah di mana komunikasi tersebut berlangsung. Bagi sejumlah orang, pagi hari bukanlah waktu yang tepat untuk berkomunikasi. Sementara bagi orang lain, pagi hari justru merupakan waktu yang ideal untuk berkomunikasi. Anda tentu bisa membandingkan antara orang yang sibuk dengan pekerjaannya pada pagi hari dengan orang-orang yang suka begadang pada malam hari, yang di pagi harinya masih merasa loyo serta ingin bermalas-malas. Devito juga mengatakan bahwa waktu dalam sejarah tidak kurang pentingnya karena kelayakan dan dampak dari suatu pesan bergantung, pada waktu atau saat dikomunikasikan. Bayangkanlah, misalnya bagaimana pesan-pesan mengenai sikap dan nilai rasial, seksual atau keagamaan disampaikan dan ditanggapi dalam berbagai waktu sepanjang sejarah. Yang lebih penting lagi adalah bagaimana suatu pesan tertentu disesuaikan dengan rangkaian temporal peristiwa komunikasi. Sebagai contoh, ingat-ingatlah berbagai makna pujian sederhana yang Anda sampaikan kepada seorang kawan. Apakah itu Anda sampaikan segera setelah kawan itu memuji Anda atau segera setelah Anda minta tolong kepadanya atau selama perdebatan yang terjadi dengan rekan-rekan Anda.

Lebih lanjut devito mengatakan bahwa, ketiga dimensi lingkungan ini saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama lain. Sebagai contoh, terlambat memenuhi janji kencan (lingkungan atau konteks temporal) dapat mengakibatkan berubahnya suasana persahabatan-permusuhan (lingkungan sosial-psikologis), yang kemudian dapat menyebabkan perubahan kedekatan fisik dan pemilihan rumah makan untuk makan malam (lingkungan fisik). Perubahan-perubahan ini dapat menimbulkan banyak perubahan lain. Memang, proses komunikasi itu tidak pernah statis (devito, 1997: 24-26).[2]

Menurut Romli (2014) membedakan komunikasi internal menjadi dua dimensi yaitu:

·         Komunikasi vertikal (Vertical Communication)

Komunikasi vertikal merupakan komunikasi yang terjalin dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. Komunikasi dari atas ke bawah yaitu komunikasi antara pimpinan kepada bawahan seperti pemberian instruksi, perintah, petunjuk, dan informasi. Sedangkan komunikasi dari bawah ke atas yaitu komunikasi antara bawahan kepada pimpinan seperti seorang bawahan memberikan laporan-laporan, mengemukakan pendapat dan saran, dan juga pengaduan-pengaduan kepada pimpinan.

·         Komunikasi horizontal atau lateral (Horizontal or Lateral Communication)

Komunikasi horizontal atau lateral ini merupakan komunikasi yang terjadi antara sesama bawahan ataupun sesama atasan. Komunikasi ini dapat terjalin di dalam bagian yang sama atau bagian yang berbeda tetapi tetap di dalam suatu organisasi yang sama. Komunikasi ini dapat melancarkan penerimaan informasi, pertukaran informasi, pengetahuan, dan masalah-masalah yang terjadi sehingga dengan adanya komunikasi dapat membantu sebuah organisasi dalam memecahkan suatu masalah dan menghindari adanya permasalahan lainnya.[3]

Menurut Robbins & Timothy (2015) komunikasi terbagi menjadi tiga dimensi yaitu komunikasi ke arah bawah, komunikasi ke arah atas, dan komunikasi lateral.

·         Komunikasi ke arah bawah

Komunikasi ke arah bawah sering disebut downward communication. Komunikasi ini merupakan komunikasi yang biasanya terjalin diantara manajer kepada karyawannya. Komunikasi ini digunakan manajer untuk dapat menentukan tujuan, memberikan perintah mengenai tugas dan pekerjaan, memberikan informasi kepada karyawannya mengenai kebijakan dan prosedur.

·         Komunikasi ke arah atas

Komunikasi ke arah atas atau upward communication yaitu komunikasi yang bertujuan untuk memberikan feedback kepada para atasan. Komunikasi ini digunakan untuk para karyawan melaporkan perkembangan mengenai pekerjaan, dan menyampaikan permasalahan yang sedang dialami oleh para karyawan. Para atasan juga sangat bergantung akan informasi-informasi yang diterima dari karyawan sehingga perusahaan dapat terus berkembang.

·         Komunikasi horizontal/lateral

Untuk komunikasi horizontal/lateral yaitu komunikasi yang terjadi antara para anggota organisasi pada level yang sama. Komunikasi ini dapat menghemat waktu dan memfasilitasi untuk saling berkoordinasi. Komunikasi ini sering dilakukan agar para karyawan dapat saling bertukar informasi sehingga timbulnya kerjasama yang baik.[4]

BAB 7 || MEDIA KOMUNIKASI

Manusia merupakan makhluk sosial yang memebutuhkan peranaan manusia lainnya untuk memenuhi kebutuhannya. Maka dari itu manusia perlu melakukan interaksi dengan manusia lain. Komunikasi merupakan modal utama manusia untuk melakukan interaksi sosial dengan manusia lainnya guna memenuhi kebutuhan hidup mereka. [1]

Media berasal dari bahasa Latin yaitu kata Medium (media, jamak; medium, tunggal), artinya secara harfiah ialah perantara, penyampai, atau penyalur. Percakapan langsung antara dua orang di suatu ruangan atau di tempat tertentu lainnya, tanpa perantara apa-apa, disebut kegiatan komunikasi tanpa media. Mereka berbicara secara langsung dari mulut ke mulut. Namun apabila kegiatan komunikasi itu dilakukan sambil masing-masing pihak menggunakan pengeras suara karena letaknya saling berjauhan, misalnya, mereka tidak lagi berkomunikasi tatap muka, tetapi sudah menggunakan media, dalam hal ini media pengeras suara: speaker. Seseorang yang berbicara melalui telepon, guru yang menggunakan slide, atau seseorang komunikator yang sedang melaksanakan tugasnya menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat melalui siaran radio atau televisi adalah contoh-contoh komunikasi yang menggunakan media. Pengarang atau penulis juga termasuk yang berbicara melalui media cetak; surat kabar, majalah, buku, dan media cetak lainnya. Pada zaman lampau dan bahkan pada zaman sekarang, di kampung-kampung di pelosok tanah air “media” banyak digunakan orang, terutama untuk menyampaikan pesan-pesan yang sudah disepakati artinya oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Para peronda di malam buta, masyarakat yang terkena musibah baik karena kebakaran ataupun karena mendapat kecelakaan lain, biasa memukul kentongan dalam rangka memberi tahu para tetangga supaya segera memperoleh pertolongan. Kentongan dalam hal ini kita sebut sebagai perantara atau pembawa pesan atau informasi dari satu orang kepada orang lain. Dan kentongan ini pun berfungsi sebagai media. Di dalam dunia instruksional, media pun bermakna seperti tersebut di atas, namun tentu bukan berujud kentongan atau “gong” seperti yang banyak digunakan di desa-desa. Media yang dimaksudkan dalam dunia instruksional ialah yang bentuk maupun fungsinya sudah dirancang sehingga bisa digunakan untuk mempelancar kegiatan proses belajar pada pihak sasaran. Ia juga berfungsi mengandung dan bahkan memperjelas ide-ide atau gagasan-gagasan yang disampaikan oleh komunikator dalam kegiatannya. Batasan-batasan tentang media dari para ahli: - Media berarti teknologi pembawa pesan yang dimanfaatkan untuk keperluan instruksional. Dalam konteks ini media tidak lain merupakan perluasan dari guru. - Media berarti sarana komunikasi dalam bentuk cetak atau pandang dengar, termasuk teknologi perangkat kerasnya. - Media berarti sarana fisik untuk menyampaikan materi pengajaran (isi pesan) seperti buku, film, video, slide dan komputer. [2]

Alat komunikasi tradisional seperti :

1.      Kentongan

Kentongan adalah alat komunikasi tradisional yang sampai sekarang masih banyak digunakan. Suara khas yang dihasilkan kentongan membuat alat ini mudah dikenali sebagai sinyal atau tanda untuk mengumpulkan orang. Zaman dahulu, masyarakat Indonesia menggunakan kentongan untuk alat komunikasi masa, sebagai pertanda jika ada kejadian berbahaya seperti maling, gempa bumi, atau orang yang meninggal dunia. Salah satu isyarat nada kentongan yang paling populer adalah ketika Anda mendengar ketukan tempo pelan berarti menandakan kondisi aman. Sementara jika terdengar suara kentongan dengan tempo cepat maka menjadi pertanda bahaya datang.

2.      Lonceng

Lonceng adalah sebuah benda terbuat dari logam yang bisa menghasilkan suara. Sama seperti kentongan, lonceng juga menjadi alat komunikasi tradisional yang bisa membuat para pendengarnya paham akan suatu kejadian dan apa saja yang harus dilakukan. Dahulu kala, lonceng digunakan sebagai alat komunikasi untuk mengumpulkan orang, mengingatkan waktu ibadah, hingga menjadi sinyal bahaya.

3.      Teropong Kaleng

Meski identik dengan mainan anak-anak, tetapi teropong kaleng bisa juga digunakan sebagai alat untuk menunjang komunikasi sederhana. Cara kerja teropong kaleng juga sangat sederhana, yakni menggunakan kaleng sebagai isolator suara dan tali memanjang sebagai perambat suara yang menghubungkan dua orang. Syarat utama agar teropong kaleng ini bisa bekerja adalah dengan menegangkan tali agar tidak sampai kendur atau longgar.

4.      Asap

Satu lagi alat komunikasi tradisional yang biasa digunakan adalah asap. Biasanya asap menjadi pilihan ketika seseorang tersessat di hutan. Selain itu, di era nenek moyang kepulan asap umumnya juga digunakan sebagai sinyal peringatan jika ada pasukan musuh yang mendekati kawasan tempat tinggal.

5.      Burung Merpati

Terdapat beberapa jenis hewan liar yang bisa dilatih sebagai pembawa pesan. Namun, secara spesifik burung merpati kerap jadi pilihan. Hewan ini memiliki reputasi tinggi terkait ketepatan jika bicara soal komunikasi jarak jauh. Tertarik untuk mencoba? Anda bisa menggunakan sepasang merpati untuk mengirimkan pesan dengan cara menuliskan surat di sebuah kertas, kemudian diikatkan ke bagian kaki atau tubuh agar tidak terlepas. Berdasarkan catatan sejarah, jenis komunikasi ini cukup populer di era kerajaan, dimana raja sering kali menyebarkan berita atau titah ke seluruh penjuru negeri tanpa harus khawatir adanya miss komunikasi.[3]

Terdapat beberapa media komunikasi modern yang berkembang dan banyak dipakai oleh individu untuk kemudahan berkomunikasi, yaitu:

1.      Koran

Media komunikasi, alat komunikasi,Koran atau majalah merupakan sarana informasi dan komunikasi modern yang dikembangkan atau cikal bakal dari sebuah surat. Alat informasi modern ini merupakan alat informasi yang digunakan dengan basis tulisan. Sehingga koran atau majalah merupakan alat komunikasi modern yang dikembangkan hingga orang dapat mengetahui berbagai informasi di sekitarnya dengan berita-berita dari ringan hingga yang berat.

2.       Radio

Media komunikasi, alat komunikasi,Radio merupakan alat komunikasi yang digunakan dengan basis audio yang hanya mampu didengarkan oleh orang dengan frekuensi tertentu. Alat komunikasi modern ini dulunya digunakan oleh para warga Indonesia dalam menghadapi perang. Sebagai tanda penyerangan bahkan simbol adanya bahaya di tempat tertentu. Bahkan sampai saat ini, radio masih saja digunakan oleh orang-orang khususnya anak muda yang sering mendengarkan musik dan program-program radio yang khusus kaula muda.

3.      Telepon

Media komunikasi, alat komunikasi,Alat komunikasi modern ini merupakan alat komunikasi modern yang pertama kali digunakan oleh manusia. Alat komunikasi ini menggunakan listrik sebagai penghubung ke orang lain dengan jarak yang cukup jauh, manusia dapat berkomunikasi dengan baik. Telepon merupakan alat komunikasi modern yang diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876.

4.      Televisi

Media komunikasi, alat komunikasi,Telepon merupakan alat komunikasi modern yang digunakan hanya menggunakan audio saja. Namun, seiring berkembangnya teknologi, maka ada inovasi baru yaitu televisi sebagai sarana komunikasi yang berbasis audio maupun visual. Kita dapat melihat orang dalam layar kaca televisi, bukan hanya mendengarkan suara saja secara audio. Televisi ini merupakan alat komunikasi modern yang digunakan dengan sifat yang cukup populer karena di Indonesia hampir seluruh rumah masyarakat memiliki televisi setidaknya satu buah.

5.      Telepon genggam (Handphone)

Media komunikasi, alat komunikasi,Alat komunikasi telepon semakin berkembang hingga menjadi telepon genggam atau biasa disebut sebagai ponsel. Telepon ini tanpa memerlukan bantuan kabel listrik sebagai penghubung komunikasi, namun hanya menggunakan satelit sebagai sinyal ponsel. Bahkan kita ketahui ponsel ini semakin berkembang menjadi Smartphone, yang mana alat ini digunakan dengan kepintaran teknologinya yang selalu semakin berkembang pesat. Ponsel mulai dirilis atau digunakan pertama kali sebagai alat komunikasi modern sejak 3 April 1973. Ponsel pun hingga sekarang menjadi kebutuhan pokok masyarakat sebagai alat komunikasi modern yang sangat penting. Sehingga tak aneh jika setiap orang sudah mulai memegang dan memiliki ponsel sebagai alat komunikas modern. Selain itu, ponsel juga semakin berkembangnya teknologi, semakin maju pula dan berinovasi dari fitur-fitur yang terdapat pada ponsel. Hingga munculnya internet di era ini.

6.      Internet

Media komunikasi, alat komunikasi,Semakin berkembangnya jaman, di era yang serba teknologi ini, bukanlah hal yang aneh lagi jika semakin banyak orang yang mulai menggunakan internet. Semuanya sekarang serba online, mulai dari panggilan ojek, asisten, hingga mencari pekerjaan paruh waktu maupun fulltime. Sekarang sudah mulai berkembang jamannya menjadi jaman cyber, yang segalanya menggunakan internet. Pun dengan komunikasi. Sarana komunikasi terbesar dan yang paling banyak digunakan adalah internet. Dengan adanya internet sebagai media komunikasi dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien. Karena internet memiliki kata-kata seperti, ‘Mendekatkan yang Jauh’. Kata-kata tersebutlah yang membuat banyak orang untuk kerap kali menggunakan internet sebagai sarana media komunikasi. Sudah banyak orang yang berkomunikasi melalui internet. Salah satu contohnya adalah jejaring sosial yang karena adanya media sosial seperti facebook, instagram, twitter, dan lain-lain. Hal inilah yang membuat kata-kata, ‘Yang jauh terasa dekat’. Internet memang selalu berkembang pesat sesuai perkembangan teknologi. Semua orang dapat berkomunikasi dengan siapa saja dan di mana saja, dengan menggunakan sarana media komunikasi ini. Kita dapat berkomunikasi dengan orang di belahan dunia manapun dan siapapun.

7.      Media Sosial

Media komunikasi, alat komunikasi,Dengan adanya internet yang sering digunakan banyak orang sebagai sarana media komunikasi, media sosial pun ikut andil dalam sarana prasarana media komunikasi. Contoh halnya dengan beberapa media sosial yang mulai banyak orang yang menggunakan khususnya para remaja yang mulai menggandrungi media sosial ini. Media sosial ini di antaranya facebook yang didirikan oleh Mark Zuemberg, instagram yang mulai bekerjasama dengan facebook, dan twitter yang bersaing ketat dengan facebook. Beberapa media sosial tersebutlah yang menjadi sarana media terpopuler oleh banyak orang yang menggunakan.[4]


DAFTAR PUSTAKA

‘1KOM03872.Pdf’ <http://e-journal.uajy.ac.id/4273/2/1KOM03872.pdf> [accessed 12 June 2021]

‘7 Media Komunikasi Modern - Penjelasan dan Fungsinya’, PakarKomunikasi.com, 2017 <https://pakarkomunikasi.com/media-komunikasi-modern> [accessed 28 June 2021]

‘84459577.Pdf’ <https://core.ac.uk/download/pdf/84459577.pdf> [accessed 25 June 2021]

‘Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan’ <https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:ovxCO08EFC0J:https://ejournal.iainkendari.ac.id/al-tadib+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id> [accessed 28 June 2021]

‘ALWI DAHLAN DALAM LINTASAN RISET DI JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FISIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nisa Alfira, Sri Handayani Universitas B’ <http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Dsp75CnNy2gJ:interaktif.ub.ac.id/index.php/interaktif/article/download/163/140+&cd=3&hl=en&ct=clnk&gl=id> [accessed 28 June 2021]

‘Aspikom.Pdf’ <http://sipeg.unj.ac.id/repository/upload/artikel/Aspikom.pdf> [accessed 1 June 2021]

‘Bab 2.Pdf’ <http://digilib.uinsby.ac.id/10784/5/bab%202.pdf> [accessed 28 June 2021]

‘Bab 2.Pdf’ <http://digilib.uinsby.ac.id/12812/6/Bab%202.pdf> [accessed 25 June 2021]

‘BUKU_PENGANTAR_ILKOM_WM.Pdf.Pdf’ <http://misterhusni.com/wp-content/uploads/2019/08/BUKU_PENGANTAR_ILKOM_WM.pdf.pdf> [accessed 28 June 2021]

Dirman Immangk, ‘Ilmu Komunikasi Sebagai Ilmu Yang Multidisiplin (Presentasi Dirman)’, 02:45:26 UTC <https://www.slideshare.net/dhyrmantz/ilmu-komunikasi-sebagai-ilmu-yang-multidisiplin-presentasi-dirman> [accessed 1 June 2021]

Gita Mutiara, Dimensi Komunikasi, 2020 <https://www.youtube.com/watch?v=b37MoJF1Oiw&t=28s> [accessed 13 June 2021]

‘Jbptppolban-Gdl-Iranurhikm-9937-3-Bab2--7.Pdf’ <http://digilib.polban.ac.id/files/disk1/199/jbptppolban-gdl-iranurhikm-9937-3-bab2--7.pdf> [accessed 12 June 2021]

‘Jbptunikompp-Gdl-Iinrahmiha-23254-2-Perkulia-2.Pdf’ <https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/466/jbptunikompp-gdl-iinrahmiha-23254-2-perkulia-2.pdf> [accessed 2 June 2021]

‘Mengenal Alat Komunikasi Tradisional Dan Modern’, Qwords, 2020 <https://qwords.com/blog/mengenal-alat-komunikasi-tradisional-dan-modern/> [accessed 28 June 2021]

‘Mengenal Ilmu Komunikasi - 2010’ <https://elibrary.bsi.ac.id/readbook/206615/mengenal-ilmu-komunikasi> [accessed 28 June 2021]

‘Pemahaman Konseptual Pendekatan Dan Pengertian’ <http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:cCCu3yAZSGUJ:diansrimulyani.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/64187/konsep%2Bdan%2Bsejarah%2Bkomunikasi.pdf+&cd=15&hl=en&ct=clnk&gl=id> [accessed 28 June 2021]

‘Pena-Fokus-Vol-3-No-2-44-551.Pdf’ <https://stiepena.ac.id/wp-content/uploads/2012/11/pena-fokus-vol-3-no-2-44-551.pdf> [accessed 28 June 2021]

‘PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI: 10 Tokoh Ilmu Komunikasi’ <http://wahyulamhot.blogspot.com/2016/11/10-tokoh-ilmu-komunikasi.html> [accessed 28 June 2021]

‘(PPT) Tokoh Tokoh Ilmu Komunikasi Indonesia | Esther Fatriani - Academia.Edu’ <https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:mdrf6CT5gr8J:https://www.academia.edu/18397451/Tokoh_tokoh_Ilmu_Komunikasi_Indonesia+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id> [accessed 28 June 2021]

‘Psikologi Komunikasi.Pdf’ <http://digilib.uinsby.ac.id/20038/1/Psikologi%20Komunikasi.pdf> [accessed 1 June 2021]

‘Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi - PakarKomunikasi.Com’ <https://pakarkomunikasi.com/sejarah-perkembangan-ilmu-komunikasi> [accessed 28 June 2021]

Sendjaja, S Djuarsa, ‘Komunikasi: Signifikansi, Konsep, dan Sejarah’, 41

‘SOSI4402-M1.Pdf’ <http://repository.ut.ac.id/4614/2/SOSI4402-M1.pdf> [accessed 13 June 2021]



[1] ‘Bab 2.Pdf’ <http://digilib.uinsby.ac.id/12812/6/Bab%202.pdf> [accessed 25 June 2021].

[2] ‘84459577.Pdf’ <https://core.ac.uk/download/pdf/84459577.pdf> [accessed 25 June 2021].

[3] ‘Mengenal Alat Komunikasi Tradisional Dan Modern’, Qwords, 2020 <https://qwords.com/blog/mengenal-alat-komunikasi-tradisional-dan-modern/> [accessed 28 June 2021].

[4] ‘7 Media Komunikasi Modern - Penjelasan dan Fungsinya’, PakarKomunikasi.com, 2017 <https://pakarkomunikasi.com/media-komunikasi-modern> [accessed 28 June 2021].




[1] Gita Mutiara, Dimensi Komunikasi, 2020 <https://www.youtube.com/watch?v=b37MoJF1Oiw&t=28s> [accessed 13 June 2021].

[2] ‘SOSI4402-M1.Pdf’.

[3] ‘Jbptppolban-Gdl-Iranurhikm-9937-3-Bab2--7.Pdf’ <http://digilib.polban.ac.id/files/disk1/199/jbptppolban-gdl-iranurhikm-9937-3-bab2--7.pdf> [accessed 12 June 2021].

[4] ‘1KOM03872.Pdf’ <http://e-journal.uajy.ac.id/4273/2/1KOM03872.pdf> [accessed 12 June 2021].


[1] ‘Jbptunikompp-Gdl-Iinrahmiha-23254-2-Perkulia-2.Pdf’ <https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/466/jbptunikompp-gdl-iinrahmiha-23254-2-perkulia-2.pdf> [accessed 2 June 2021].

[2] S Djuarsa Sendjaja, ‘Komunikasi: Signifikansi, Konsep, dan Sejarah’, 41.

[3] ‘Aspikom.Pdf’ <http://sipeg.unj.ac.id/repository/upload/artikel/Aspikom.pdf> [accessed 1 June 2021].

[4] ‘Psikologi Komunikasi.Pdf’ <http://digilib.uinsby.ac.id/20038/1/Psikologi%20Komunikasi.pdf> [accessed 1 June 2021].

[5] Dirman Immangk, ‘Ilmu Komunikasi Sebagai Ilmu Yang Multidisiplin (Presentasi Dirman)’, 02:45:26 UTC <https://www.slideshare.net/dhyrmantz/ilmu-komunikasi-sebagai-ilmu-yang-multidisiplin-presentasi-dirman> [accessed 1 June 2021].


[1] ‘Pena-Fokus-Vol-3-No-2-44-551.Pdf’ <https://stiepena.ac.id/wp-content/uploads/2012/11/pena-fokus-vol-3-no-2-44-551.pdf> [accessed 28 June 2021].

[2] ‘Al-TA’DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan’ <https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:ovxCO08EFC0J:https://ejournal.iainkendari.ac.id/al-tadib+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id> [accessed 28 June 2021].

[3] ‘Bab 2.Pdf’ <http://digilib.uinsby.ac.id/10784/5/bab%202.pdf> [accessed 28 June 2021].




[1] ‘ALWI DAHLAN DALAM LINTASAN RISET DI JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FISIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nisa Alfira, Sri Handayani Universitas B’ <http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Dsp75CnNy2gJ:interaktif.ub.ac.id/index.php/interaktif/article/download/163/140+&cd=3&hl=en&ct=clnk&gl=id> [accessed 28 June 2021].

[2] ‘PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI: 10 Tokoh Ilmu Komunikasi’ <http://wahyulamhot.blogspot.com/2016/11/10-tokoh-ilmu-komunikasi.html> [accessed 28 June 2021].

[3] ‘(PPT) Tokoh Tokoh Ilmu Komunikasi Indonesia | Esther Fatriani - Academia.Edu’ <https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:mdrf6CT5gr8J:https://www.academia.edu/18397451/Tokoh_tokoh_Ilmu_Komunikasi_Indonesia+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id> [accessed 28 June 2021].




[1] ‘SOSI4402-M1.Pdf’.

[2] ‘Sejarah Perkembangan Ilmu Komunikasi - PakarKomunikasi.Com’ <https://pakarkomunikasi.com/sejarah-perkembangan-ilmu-komunikasi> [accessed 28 June 2021].

[3] ‘Pemahaman Konseptual Pendekatan Dan Pengertian’ <http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:cCCu3yAZSGUJ:diansrimulyani.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/64187/konsep%2Bdan%2Bsejarah%2Bkomunikasi.pdf+&cd=15&hl=en&ct=clnk&gl=id> [accessed 28 June 2021].




[1] ‘SOSI4402-M1.Pdf’ <http://repository.ut.ac.id/4614/2/SOSI4402-M1.pdf> [accessed 13 June 2021].

[2] ‘BUKU_PENGANTAR_ILKOM_WM.Pdf.Pdf’ <http://misterhusni.com/wp-content/uploads/2019/08/BUKU_PENGANTAR_ILKOM_WM.pdf.pdf> [accessed 28 June 2021].

[3] ‘Mengenal Ilmu Komunikasi - 2010’ <https://elibrary.bsi.ac.id/readbook/206615/mengenal-ilmu-komunikasi> [accessed 28 June 2021].


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ilmu Komunikasi dan Ruang Lingkupnya.

Peran Komunikasi dalam Masyarkat