BUKU PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI
KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim,
Puji
syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan rahmat
serta inayah-Nya, yang karena-Nya, penulis diberikan kekuatan dan kesabaran
untuk menyelesaikan buku yang berisi kumpulan materi tentang pengantar ilmu
komunikasi yang dapat diselesaikan tepat waktu.
Adapun
pengajuan buku ini ditujukan sebagai pemenuhan ketentuan Ujian Akhir Semester 2
pada jenjang perkuliahan Strata 1 Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Islam
Negeri Sunan Ampel Surabaya. Lewat penyusunan buku ini tentunya penulis
mengalami beberapa hambatan, tantangan seta kesulitan, namun karena binaan dan
dukungan dari semua pihak, akhirnya semua hambatan tersebut dapat teratasi.
Melalui
penyusunan buku ini tentunya penulis sadar akan banyak ditemukan kekurangan
pada bebrapa materi ini. Baik itu dari segi kualitas maupun dari segi kuantitas
materi yang penulis sajikan.
Dengan
sepenuh hati, penulis pun sadar bahwa buku ini masih penuh dengan kekurangan
dan keterbatasan, oleh sebab itu penulis memerlukan saran serta kritikk yang
membangun yang dapat menjadikan buku ini lebih baik.
Selanjutnya
penulis mengucapkan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada segenap pihak
yang telah memberikan dukungan, baik itu berupa bantuan, doa maupun dorongan
dan beragam pengalaman selama proses penyelesaian penulisan buku ini.
Terakhir,
tentunya penulis berharap setiap bantuan yang telah diberikan oleh segenap
pihak dapat menjadi ladang kebaikan. Dan semoga buku ini dapat memberikan
manfaat dan berguna bagi pembaca.
Mojokerto,
1 Juli 2021
Penulis
DAFTAR ISI
BAB 1 || ILMU KOMUNKASI DAN RUANG LINGKUPNYA.
BAB 3 || TOKOH-TOKOH PEMIKIR KAJIAN ILMU KOMUNIKASI.
BAB 4 || PERAN KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT.
BAB 5 || KOMUNIKASI SEBAGAI MULTIDISIPLIN ILMU.
BAB 6 || DIMENSI ILMU KOMUNIKASI
BAB 1 || ILMU KOMUNKASI DAN RUANG LINGKUPNYA.
Apakah kamu mengetahui tentang jurusan
ilmu komunikasi ? Kenapa harus belajar tentang komunikasi ? Belajar komunikasi itu
apakah seperti belajar berbicara saja ? Nah dari pada pertanyaan yang muncul
lebih rumit lagi. Mari kita belajar tentang ilmu komunikasi dan ruang
lingkupnya.
Nah 2 gambar tersebut apakah termasuk
komunikasi?
Komunikasi sendiri adalah proses
pengiriman pesan dari seorang komunikator kepada komunikan baik melalui media
ataupun secara langsung. Jadi dapat disimpulkan bahwa komunikasi terjadi dengan
adanya komunikator, pesan, komunikan. Balik lagi kecontoh gambar diatas.
Gambar bayi sedang menangis apa itu adalah
bentuk komunikasi ?
Iyaa tentu karena bayi adalah seorang
komunikan yang ingin menyampaikan pesannya dengan melalui tangisan tersebut
contohnya bayi itu merasa lapar. Jadi bayi tersebut menangis untuk memberi
tanda kepada ibu jika bayi tersebut merasa lapar. Begitu juga dengan contoh
lainnya ibu yang sedang memarahi anaknya juga merupakan bentuk komunikasi pesan
yang disampaikan adalah seperti ibu ingin anaknya tidak nakal lagi jadi pesan
tersebut disampaikan ibu kepada anaknya melalui emosi amarah tersebut.
Setelah memahami contoh diatas, disini
saya akan membahas lebih jauh lagi tentang ilmu komunikasi.
Menurut Everett M. Rogers Komunikasi
sebagai proses pengalihan ide dari sumber ke penerima, dengan Tujuan untuk
mengubah tingkah laku ke penerima tersebut.
Pembahasan Ilmu Komunikasi, ilmu adalah
pengetahuan tentang suatu hal, baik yang menyangkut alam atau social dan
diperoleh manusia melalui proses berpikir. Untuk menjadi suatu bidang ilmu
sebuah peristiwa harus melewati berbagai hal, salah satunya adalah ruang
lingkup, riset, teori, kritik, aplikatif. Sedangkan ilmu
komunikasi adalah ilmu yang mempelajari usaha penyampaian pesan antar
manusia yang mengajarkar pengetahuan dan keterampilan dalam berbagai
konsentrasi seperti jurnalis, public relations officer, ahli manajemen
komunikasi, presenting, broadcasting dan lain sebagainya. Ilmu komunikasi tidak
berdiri diri karena ada ilmu sosiologi, psikologi, dan antropologi yang
membentuk ilmu komunikasi.[1]
Dalam komunikasi, terdapat beberapa syarat
atau unsur untuk menunjukkan bahwa peristiwa tersebut dapat disebut dengan
komunikasi, yaitu :
- Komunikator : seseorang yang berinisiatif untuk mengirimkan pesan.
Komunikator bisa terdiri dari satu orang maupun lebih serta bisa dalam
bentuk massa.
- Komunikan : seseorang yang menerima pesan. Sama halnya dengan
komunikator, komunikan bisa terdiri dari satu orang maupun lebih serta
bisa dalam bentuk massa. Pesan : pesan disampaikan untuk mewujudkan
komunikasi. Komunikator menyampaikan apa yang ia rasakan.
- Media : komunikasi bisa dilakukan dengan media baik secara langsung
maupun tidak langsung.
- Efek : pengaruh dari isi pesan komunikator kepada komunikan. Lazimnya,
terdapat tiga tahap, yaitu kognitif (tahu), afektif (setuju/tidak setuju),
lalu konatif (tingkah laku nyata).
- Umpan balik/feedback : jawaban dari komunikan atas pesan yang
disampaikan oleh komunikator.
Komunikasi dapat juga
dibagi jadi beberapa jenis yaitu :
- Komunikasi Intrapersonal adalah berkomunikasi dengan diri
sendiri contohnya ialah saat kita berfikir, ataupun seperti berbicara
kepada diri sendiri, memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada
lingkungan, memikirkan suatu masalah, mempertimbangkan sampai mengambil
keputusan, dan lain-lain.
- Komuniksai Interpersonal adalah komunikasi yang terjadi antara dua
orang atau lebih, yang biasanya tidak diatur secara formal, bertukar
pikiran dan timbal balik.
- Grup komunikasi grup ini dibagi menjadi 2 . Yang pertama keluarga,
komunikasi keluarga ini hampir sama dengan Komunikasi kelompok namun
struktur nya agak berbeda, yang lebih intim. Yang ke 2 adalah kelompok,
contohnya ialah di kantor maupun kelompok”lainnya, Komunikasi kelompok ini
mempunyai batasan atau aturan tertentu.
- Komunikasi masa adalah berkomunikasi dengan media massa contoh Tv,
radio, maupun smartphone dengan menggunakan jaringan.[2]
Berkomunikasi dibagi menjadi 2 macam
yaitu:
- Verbal adalah Berkomunikasi dengan lisan maupun tulisan.
- Non verbal Adalah proses komunikasi di mana pesan disampaikan tidak
menggunakan kata-kata. Contoh komunikasi nonverbal ialah menggunakan gerak
isyarat, bahasa tubuh, ekspresi wajah dan kontak mata, penggunaan objek
seperti pakaian, potongan rambut, dan sebagainya, simbol-simbol, serta
cara berbicara seperti intonasi, penekanan, kualitas suara, gaya
emosi, gaya berbicara dan jarak.
Tindakan komunikasi manusia dibagi
menjadi 2 yaitu, Tindakan Komunikasi individu ialah tidakan berkomunikasi
dengan cara face to face. Tindakan Komunikasi secara tidak langsung adalah
tindakan komunikasi menggunakan perantara, contohnya media massa, surat kabar,
whatsapp, kurir dan lain sebagainya.[3]
BAB 2 || SEJARAH KOMUNIKASI.
Bagaimana sejarah komunikasi? Kapan manusia mulai berkomunikasi ? Jadi kita akan bahas tentang sejarah komunikasi.
Sejarah
komunikasi dibagi menjadi menjadi 2 yaitu :
1. Communication History atau sejarah
komunikasi sebagai bagian dalam perkembangan kehidupan manusia.[1] Menurut
Everett M Rogers (1986) sejarah komunikasi dibagi menjadi 4 era yaitu :
A.
Era tulisan (2000 SM)
·
Komunikasi muncul pada peradaban
manusia sejak pada tahun antara 40.000-35.000 SM disebut pada zaman cro-magnon
·
Pada tahun 22.000 SM ahli
prasejarah menemukan lukisan dalam gua, tulang, tanduk, batu, yang diperkirakan
karya komunikasi pada zaman itu.
·
4000 SM bangsa sumenia mulai
menulis pada lembaran tanah liat.
·
2000 SM bangsa mesir kuno
menggunakan daun pappirus untuk menyampaikan pesan tertulis.
·
Suku maya dan bangsa cina mulai mengembangkan
sistem tulis secara independen, sampai pada tahun 1041 cina menemukan alat
cetak buku sederhana.
B.
Era cetak (1456)
·
1456 - Ditandai dengan penemuan
alat mesin cetak (metal) hand – press oleh Gutenberg
·
1833 – publish pertaman kali surat
kabar (penny press) yang berjudul “The New York Sun”
C.
Era telekomunikasi (1884)
·
1884 – ditemukan dan pengiriman
pesan pertama kali melalui alat telegraph adalah Samuel Morse
·
1876 – Alexander Graham Bell
menemukan dan mengirimkan pesan pertama kali melalui telephone
·
1895 – Guglielmo Marcomi
mengirimkan pesan pertama melalui radio
·
1933 – RCA (Radio Corparation of
America) mendemonstrasikan televisi
D.
Era interaktif (1946)
·
1946 – penemuan mainframe computer
pertama yang dinamai “ENIAC” di universitas penny ivania, amerika
serikat.
·
1957 – rusia meluncurkan satelit
luar angkasa pertama yang bernama “SPUTNIK”
·
1969 – Leonard Kleinrock menemukan
internet. [2]
- Communication
Science History atau sejarah
komunikasi sebagai dari cabang keilmuan dari ilmu pengetahuan. Dibagi juga
menjadi 4 periode:
A.
Periode Retorika (yunani kuno)
Pengagas dan pengkaji ilmu
komunikasi pertama aristoteles pada zaman yunani kuno 300 SM. Yang dikajinya
pertama kali adalah komunikasi satu arah (komunikasi linier) yang sifatnya
persuasif. 3 hal pada komunikasi yang bisa berpengaruh terhadap keberhasilan
komunikasi antara komunikator dan komunikan adalah :
·
Ethos adalah kredibilitas komunikator
·
Pathos adalah kemampuan komunikator untuk mengolah emosi
·
Logos adalah kemampuan komunikator untuk menyampaikan sebuah fakta.
B.
Periode Pertumbuhan (1900 – World
War 2)
·
Awal abad 20 komunikasi menjadi
topik pentik karena teknologi komunikasi radio, televisi, telepon, dan satelit
semakai berkembang
·
Masuknya proses industrialisasi dan
modernisasi di negara eropa barat dan amerika. Sehingga mereka mengkaji tentang
kajian komunikasi propaganda, opini publik, pemasaran, periklanan.
C.
Periode Konsolidasi (World War 2 –
1960)
·
Perkembangan ilmu komunikasi
sebagai suatu ilmu sosial bersifat multidisplier (mencakup berbagai ilmu) mulai
terjadi. Karena para tokoh dari disiplin ilmu mulai mengkaji ilmu komunikasi
yaitu. Harold Lasswell (politik), Pail Lazarfelds (sosiologi), Lewin
(psikologi), Shannon dan Weaever (insinyur komunikasi)
·
Dan The Founding
Father Communication adalah Wilbur Schramm
D.
Periode Teknologi Komunikasi (1960
– sekarang )
·
Bidang keilmuan seperti literatur,
spesialisasi, teori, dan model komunikasi semakin berkembang
·
Bidang institusi seperti
pendidikan, asosiasi, pusat penelitian berkembang.
· Bidang teknologi seperti komputer, televisi, internet, smartphone semakin canggih dan berkembang.[3]
BAB 3 || TOKOH-TOKOH PEMIKIR KAJIAN ILMU KOMUNIKASI.
Sejarah peradaban
manusia merupakan salah satu sumber perspektif teori komunikasi. Melalui
pembahasan alur waktu dari perkembangan peradaban manusia, kita akan mengetahui
perkembangan kajian ilmu komunikasi berdasarkan perspektif ahli pada saat itu.
Tiap-tiap perkembangan peradaban manusia melahirkan cara pandang dan kajian
yang berbeda. Jadi, munculnya teori amat tergantung dari perkembangan sejarah.
Dari perkembangan sejarah muncullah beberapa tokoh yang mempelajari tentang
ilmu komunikasi.
A.
Muhammad Alwi Dahlan
Muhammad Alwi Dahlan lahir di
Padang, Sumatera Barat, Tanggal 15 Mei 1933, Umur 83 tahun, ia
adalah salah seorang tokoh politik Indonesia. Sebelum diangkat sebagai Menteri
Penerangan dalam kabinet terakhir yang dipimpin oleh Presiden Soeharto (Maret-21
Mei 1998), ia pernah menjabat sebagai Asisten Menteri Negara bidang Keserasian
Kependudukan dan Lingkungan, dan Bidang Kependudukan, di Kementerian Lingkungan
Hidup (1979-1993) serta Kepala BP-7 (Badan Pembinaan Pendidikan
Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) (1993-1998).
Pada 5 Juli 1997, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam
bidang ilmu komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas
Indonesia. Alwi Dahlan adalah putra Dahlan Sjarif Datuk Djundjung, seorang bupati
pada kantor Gubernur Sumatera Tengah. Ia menyelesaikan pendidikan dasarnya di
Padang, lalu melanjutkan ke Bukittinggi. Setelah menyelesaikan sekolah menengah
atasnya, ia masuk ke Fakultas Ekonomi UI, Jakarta. Ia berangkat ke AS pada 1958
sebelum sempat menyelesaikan studinya di Fakultas Ekonomi, karena ia diundang
oleh Organisasi Nasional Mahasiswa AS (US National Student Association) dalam
posisinya sebagai aktivis Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI). Pada tahun
1961 ia menyelesaikan studi S-1nya di American University, Washington, DC dan
memperoleh gelar BA. Ia melanjutkan studinya ke Universitas Stanford dan
mengambil gelar Master of Arts (MA) dalam bidang ilmu komunikasi
pada 1962. Pada 1967 Alwi meraih gelar doctor dalam ilmu komunikasi dari Universitas
Illinois di kota Urbana, Amerika Serikat, dan menjadi orang Indonesia pertama
yang memiliki gelar doktor dalam bidang tersebut. Selama belajar di AS itu,
Alwi harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan keuangannya. Misalnya, ia
pernah bekerja sebagai penjaga malam di gedung Kedutaan Besar RI (KBRI) di
Washington, DC. Alwi Dahlan yang masih merupakan kemenakan dari Usmar Ismail,
tokoh perfilman Indonesia, memiliki kegemaran menulis dan mengarang. Pada usia
16 tahun ia sudah aktif mengarang, antara lain, cerita pendek di mingguan
nasional "Mimbar Indonesia" dan majalah "Kisah" terbitan
Jakarta. Ketika duduk di bangku SMP, Alwi menerbitkan koran sekolahnya. Alwi
pun menjadi koresponden untuk majalah "Siasat" dan mengisi rubrik
kebudayaan "Gelanggang" di majalah tersebut. Di bangku SMA ia menulis
rangkaian reportase perjalanan kaki menjelajahi pedalaman Alas, Gayo, dan Aceh
untuk "Siasat". Ia pun aktif menulis dalam "Zenith", sebuah
majalah kebudayaan yang diterbitkan oleh "Mimbar Indonesia".
Di Universitas Indonesia, Alwi
mengembangkan kegiatan penulisannya dalam penerbitan kampus; ia menjadi
pemimpin redaksi Majalah "Forum" dan "Mahasiswa". Pada
1958, bersama teman-temannya, Emil Salim, Teuku Jacob, Koesnadi
Hardjasoemantri, dan Nugroho Notosusanto, ia mendirikan Ikatan Pers Mahasiswa
Indonesia. Selama periode 1953-1958, Alwi sempat menulis sembilan skenario
film, a.l., "Tiga Dara". "Harimau Tjampa", film yang
ditulisnya sebagai skenario berdasarkan cerita asli Usmar Ismail, memperoleh
penghargaan Festival Film Indonesia I sebagai skenario film terbaik. Ia juga
memperoleh penghargaan dari Festival Film Asia Pasifik untuk balada pengiring
yang memakai teknik randai Minang untuk film Usmar "Tamu Agung". Film
"Jenderal Kancil" yang dikerjakan oleh Usmar Ismail dan dibintangi
oleh Achmad Albar, dibuat berdasarkan buku cerita anak-anak karangan Alwi
Dahlan yang berjudul "Pistol si Mancil", terbitan Balai Pustaka. Alwi
mengatakan, teori komunikasi model barat membantu pemahaman tentang masalah komunikasi
yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Namun, ia mengingatkan teori
barat juga penting sebagai dasar ilmu komunikasi, bukan yang utama. Dan
komunikasi khas Indonesia agar kemajuannya ilmu komunikasi terus berkembang
sesuai dengan budaya dan keanekaragaman etnik di Indonesia, ia mencontohkan,
tidak ada yang bisa menjelaskan dalam teori komunikasi tentang adanya tawuran
atau kekerasan yang terjadi di Indonesia, padahal komunikasi[1]
B.
Claude Shannon
Shannon lahir tahun 1916 di kota
kecil Petosky, Michigan. Sejak kecil Shannon telah dikenalkan ayahnya pada
benda-benda elekotronika, seperti radio. Shannon amat maju dalam memahami ilmu
pengetahuan dan matematika. Shannon mengambil dua bidang pendidikan pada
tingkat sarjana di Universitas Michigan; Jurusan Teknik Elektronika dan
Matematika. Pada usia 21 tahun tepatnya tahun 1936 Shannon mengambil Master di
MIT dan telah menjadi asisten peneliti Vannevar Bush. Shannon menyelesaikan
program doktornya pada jurusan Matematika di MIT tahun 1940. Teori Informasi
Shannon pertama kali dipublikasikan tahun 1948 melalui Bell System Technical
Journal. Sumbangsihnya terhadap komunikasi berupa teori informasi dengan model
matematikanya.
C.
David K. Berlo
Berlo lahir tahun 1929. Ia
merupakan salah satu mahasiswa generasi pertama di Program Doktor Komunikasi di
bawah kepemimpinan Wilbur Schramm di Illinois. Berlo dikenal juga sebagai
penemu program komuniaksi di Universitas Michigan yang banyak melahirkan doktor
komunikasi. Berlo merupakan penulis buku teks komunikasi yang terkenal, The
Process of Communication (1960). Buku ini mengajarkan model komunikasi SMCR;
Source-Message-Channel-Receiver. Berlo mendasarkan rumusannya pada model
komuniaksi yang dirumuskan Shannon, yaitu teori informasi dengan model
matematikanya. Berlo menjadi mahasiswa program doktor yang dipimpin Wilbur
Schramm di Illinois tahun 1953. Sebelumnya Berlo adalah mahasiswa Jurusan
Matematika di Universitas Missouri. Berlo kelak menjadi pimpinan di fakultas
komunikasi yang dibuka di Universitas Michigan.
D.
Theodore Newcomb
Berbeda dengan model Shannon,
Newcomb menekankan pada komunikasi sosial atau komunikasi antarpribadi.
Pendekatan Newcomb memperhatikan arti penting peran komunikasi dalam kehidupan
sosial, yakni peran komunikasi dalam membangun keseimbangan pada sistem sosial.
Model Newcomb dikenal sebagai Model ABX.[2]
E.
J. Habermas Juergen.
Habermas merupakan filsuf dan ahli teori sosial dari
Jerman. Habermas menawarkan pendekatan yang rasional dalam menentukan hal yang
baik dan yang salah. Habermas merupakan tokoh kontemporer dari Frankurt School
yang melahirkan Theory of Universal Pragmatics dan The Transformation of
Society. Habermas juga terkenal dengan Technological Determinism-nya, yaitu pendekatan
yang menyatakan bahwa teknologi adalah salah satu faktor terpenting penyebab
perubahan sosial.
F.
Carl Hovland
Hovland lahir di Chicago, 12 Juni
1912. Memasuki Universitas Nothwestern sampai tingkat master. Ia melanjutkan ke
program doktor pada Program Psikologi di Universitas Yale karena tertarik pada
Clark Hull, seorang akademisi yang beraliran behaviorisme. Kepribadian Hovland
sangat menarik. Dia seorang pendengar yang baik, pendiam, dan sedikit
berbicara, tetapi dengan kemampuan luar biasa Hovland diakui sangat jenius dan
produktif. Dia dapat melakukan pekerjaan yang kompleks sekaligus, seperti
mengedit naskah, berbicara lewat telepon, dan memasang slide. Pendekatan
Hovland seringkali cenderung elektik yakni memakai banyak pendekatan daripada
satu perspektif. Ujung karier Hovland adalah ketika dia diketahui menderita
kanker dan meninggal. Hovland sebagaimana Laswell merupakan staff pengajar di
Yale University yang tergolong universitas elit di Amerika. Penelitian Hovland
tentang persuasi secara tidak langsung banyak dipengaruhi oleh teori-teori yang
dikembangkan Freud. Hovland dikenal dengan penelitian-penelitian tentang
persuasi dengan metode eksperimen. Karya penelitian Hovland diantaranya adalah
tentang dampak film bagi pembangunan moral prajurit dalam manghadapi Perang
Dunia II.
G.
Robert K. Merton
Merton lahir sebagai anak imigran
dari sebuah daerah kumuh di Philadelphia Utara. Merton memperoleh gelar BA dari
Universitas Temple pada Program Sosiologi. Selama 3 tahun Merton mengajar
kemudian menjadi associate professor, selanjutnya menjadi profesor serta
pimpinan pada Departemen Sosiologi di Tulane University hingga dipanggil
Universitas Colombia pada tahun 1941. Melalui tulisannya di tahun 1938 yang
berjudul Social Structure and Anomie, mengantarkan Merton menjadi ahli teori
sosial muda. Menurut Merton, baik kesesuaian (conformity) maupun penyimpangan
(deviation) sama-sama produk dari struktur sosial. Merton dikenal sebagai
intelektual perkotaan yang sangat dihargai karena pilihan kata-katanya, baik dalam
tulisan maupun pembicaraan. Lazarsfeld sangat menghargainya dan menyebutnya
sebagai “tuan sosiologi negeri ini (Amerika)”. Merton juga seorang sarjana
komunikasi massa. Meron mengkaji bersama-sama dengan Fiske dan Curtis tentang
jarinagn radio CBS. Merton merupakan pengajar di Universitas Columbia dalam
kurun waktu 35 tahun bersama dengan Lazarsfeld. Merton dikenal sebagai ahli
ilmu sosial, sedangkan Lazarsfeld sebagai ahli metode penelitian kuantitatif
yang mempelajari dampak komunikasi. Keberadaan dua figur ini di tahun 1941 ikut
menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi merosotnya pamor Chicago School.
Pada tahun 1943 Merton menjadi Direktur Pembantu di Bureau of Applied Social
Research yang dipimpin Lazarsfeld di Columbia University. Salah satu jasa
penting Merton adalah kecenderungan Merton membawa middle range theory dalam
kajian komunikasi. Karya Merton yang terkenal adalah Social Theory and Social
Structure (1949).
H.
Paul F. Lazarsfeld
Lazarsfeld lahir dan menghabiskan
tiga puluh tahun pertama hidupnya di Wina. Lazarsfeld melihat ayahnya sebagai
pengacara yang sangat miskin dan tidak sukses. Kehidupan Lazarsfeld merupakan
perpaduan antara dunia akademik dan bisnis. Ibunya tidak memiliki pendidikan
formal, tetapi dikenal sebagai penulis buku How the woman Experiences the Male
yang terbit di Eropa tahun 1931. Lazarsfeld mmperoleh bekal pendidikan yang
memadai sebagaimana tipikal naka-anak kalangan menengah di Wina. Pada tahun
1925, dalam usia 24 tahun, Lazarsfeld memperoleh gelar doktor dalam matematika
terapan dari Universitas Wina. Lazarsfeld merupakan salah seorang pemikir dan
ahli ilmu sosial eropa yang muncul pada awal PD II. Dia menyebut dirinya
sebagai positivis eropa. Lazarsfeld dikenal dengan lembaganya The Bureau of
Applied Social Research yang banyak melakukan penelitian tentang radio dan
surat kabar.
I.
Harold D. Laswell
Laswell lahir di Donnelson,
Illinois. Ayahnya seorang menteri dan ibunya seorang guru SMU. Laswell memiliki
minat baca yang luas. Pamannya yang seorang dokter pernah memberi dia sebuah
buku dari perkuliahan Freud pada tahun 1909 di Clark University. Buku ini besar
pengaruhnya terhadap minat Laswell dalam memakai pendekatan psikoanalisis dalam
mengkaji peran kepribadian dalam politik. Sejak di SMU Laswell telah menjadi
redaktur surat kabar sekolah.Potensi akademisnya mengantarkannya memperoleh
beasiswa belajar di Universitas Chicago dan mengambil ilmu ekonomi.Di tahun
1992 Laswell mangambil program doktor untuk ilmu politik. Dalam konteks kajian
ilmu komunikasi, Laswell tidak pernah menyebut diri sebagai ilmuwan ilmu
komunikasi, tetapi kita berutang pada Laswell karena pemikiran dan
tulisan-tulisannya banyak dijadikan rujukan dalam kajian ilmu komunikasi.
Laswell mengkaji pembentukan opini publik, peran pemimpin politik, dan analisis
isi media massa. Laswell kemudian mengajarkan kursus tentang propaganda dan
opini publik di Universitas Chicago. Sekarang kita kenal juga dengan kajian
komunikasi massa. Laswell berkenalan dengan ilmu komuniaksi melalui pertemuan
rutin yang diadakan di kantor pemerintah fedral dan kantor pemerintah AS dalam
rangka menghadapi PD II. Laswell sebagaimana akademisi dari berbagai disiplin
ilmu sosial lain, seperti rombongan imigran dari Eropa (Lewin, Lazarsfeld,
Hovland), terlibat aktif membicarakan peran komunikasi dalam rangka
membangkitkan kesadaran publik Amerika dalam menghadapi ancaman PD II. Teori
Laswell yang sangat dikenal adalah model komunikasi Who-Says What-in Which
Channel-to Whom-with What Effect. Model ini pertama kali dipublikasikan dalam sebuah
laporan dari Rockfeller Foundation Communication Seminar pada 1 November 1940.
Yang dilakukan Laswell menyangkut propaganda adalah membuat metode penelitian
komunikasi yang dikenal sebagai content analysis atau analisis isi. Salah satu
karya Laswell yang penting adalah tiga jilid buku Propaganda and Communication
in World History. Ini merupakan sebuah karya penting dalam perjalanan karier
akademiknya yang panjang. Laswell sering dikelompokkan sebagai the forerunner
of the field of communication yang berasal dari Universitas Chicago. Maksudnya
mereka yang mengkaji komunikasi, tetapi kemudian kembali ke disiplin awalnya.
Laswell kembali ke dasar ilmunya di ilmu politik.
J.
Everett M. Rogers
Rogers memiliki konsep yang disebut Rogers-Farace Coding System (one up, one down, dan one across) yang dapat digunakan untuk menghitung pertukaran pesan komunikasi.Sistem koding ini telah digunakan pada sejumlah bidang mulai dari interaksi polisi dengan negoisasi buruh, anak-anak yang tidak dapat belajar, wawancara pekerjaan, interaksi di ruang kelas, pertemuan staf dengan manajer hingga konteks perkawinan dan sistem keluarga. Rogers dikenal dengan tulisan-tulisannya tentang difusi inovasi dan jaringan komunikasi. Terdapat beberapa buku karya Rogers yang terkenal diantaranya Communication Network, Communication Technology New Media in Society, History of Communication Study a Biographical Approach dan Organization Communication. Rogers termasuk ilmuwan yang merasakan terdapatnya aspek lain selain pendekatan scientific yang cenderung memandang komunikasi sebagai proses yang linier. Seperti Schramm, Rogers juga datang dari disiplin lain, kemudian tertarik mempelajari komunikasi dan dalam perkembangannya menetap menekuni ilmu komunikasi. Rogers meraih gelar master dari Iowa State University. Rogers meraih gelar doktor tahun 1957 dengan disertasi bertema tentang difusi inovasi pertanian di antara para petani di sebuah masyarakat pedesaan di Iowa. Setelah mendapat gelar doktor, Rogers pindah ke Ohio State University sebagai asisten profesor dalam sosilogi pedesaan dengan spesialisasi difusi inovasi. Di tempat ini Rogers aktif melakukan berbagi penelitian komuniaksi yang banyak dilakuakn secara lintas departemen. Pada tahun 1964 Rogers pindah ke Michigan State University dan bersama-sama dengan David K. Berlo membina jurusan ilmu komunikasi. Rogers mengabdi di michigan State University hingga tahun 1972 kemudian pindah ke Stanford University. Di sini Rogers menggantikan Schramm sebagai Ketua Departemen Komunikasi. Terakhir Rogers memimpin Departemen Komuniaksi University of New Mexico di negara bagian selatan amerika. Secara formal Rogers berasal dari sosiologi, tetapi perhatiannya lebih banyak pada komunikasi.[3]
BAB 4 || PERAN KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT.
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak lepas dengan yang namanya komunikasi. Apalagi manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa ingin berhubungan dengan manusia lainnya. Sebagai makhluk sosial atau makhluk bermasyarakat, manusia sudah memiliki dorongan akan kebutuhan berinteraksi. Hubungan yang terjadi merupakan suatu proses adanya suatu keinginan masing-masing individu, untuk memperoleh suatu hasil yang nyata dan dapat memberikan manfaat untuk kehidupan yang berkelanjutan. Masyarakat memiliki sturktur dan lapisan yang bermacam-macam, ragam lapisan dan struktur masyarakat tergantung pada kompleksitas masyarakat itu sendiri. Semakin kompleks suatu masyarakat, maka semakin rumit struktur masyarakat itu. Kompleksitas masyarakat juga ditentukan oleh ragam budaya dan proses-proses sosial yang dihasilkannya. Kegiatan komunikasi masyarakat dapat berupa komunikasi tatap muka yang terjadi pada komunikasi intrapersonal dan kelompok serta kegiatan komunikasi yang terjadi pada komunikasi massa.
1. Peran
komunikasi dalam media massa.
Media massa menjadi sebuah unsur yang memegang peranan
penting dalam proses komunikasi dalam masyarakat. Karena media menjadi sebuah
sarana untuk menyampaikan informasi yang bersifat jarak jauh, dalam artian
tidak dapat melakukan komunikasi langsung. Maka dari itu media lahir untuk
memudahkan komunikasi antar masyarakat. Media lahir dari selembar surat,
telegaram, telepon, koran, hingga akhirnya berkembang menjadi handphone, radio,
televisi, internet, dan sebagainya untuk memudahkan manusia dalam berkomunikasi
jarak jauh.Dizaman yang serba modern ini, bidang komunikasi juga banyak
mendapatkan kemajuan, diantaranya ialah para pengguna handphone ( HP ) untuk
memudahkan proses komunikasi jarak jauh, yang sebelumnya hanya menggunakan
surat, telegram dan sebagainya. Produk dan penggunaan HP juga memperlihatkan
fenomena yang mencengangkan. Meski tak ada angka pasti yang menunjukkan
perkembangan ini,pemakaian HP kini sudah menyebar ke berbagai penjuru tanah air
dan penggunaannya meningkat fantastis di kalangan anak-anak dan remaja.[1]
2. Peran
komunikasi dalam pendidikan
Komunikasi merupakan sebuah ilmu, seni dan lapangan
kerja tentu memiliki kontribusi yang dapat dimanfaatkan manusia dalam memenuhi
kebutuhan hidupnya. Komunikasi ada tiga unsur penting yang selalu hadir dalam
setiap komunikasi yaitu, sumber informasi (receiver), saluran (media), dan
penerima informasi (audience). Sumber informasi adalah seseorang atau institusi
yang memiliki bahan informasi (pemberian) untuk disebarkan kepada masyarakat
luas. Saluran adalah media yang digunakan untuk pemberian oleh sumber berita,
berupa media interpersonal yang digunakan secara tatap muka maupun media massa
yang digunakan untuk khalayak umum. Audience adalah seseorang, kelompok dan
masyarakat yang menjadi sasaran informasi atau penerima informasi. Komunikasi
memiliki peranan yang begitu penting dalam pendidikan di antaranya adalah :
·
Fungsi pengawasan. Fungsi ini
berupa peringatan dan kontrol maupun kegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol
ini dapat dilakukan untuk aktifitas prevensif untuk mencegah hal-hal yang tidak
diinginkan seperti pemberian informasi bahaya narkoba yang dilakukan melalui
media masa dan ditunjukkan pada pelajar dan lebih luas lagi kepada masyarakat.
·
Fungsi sosial learning. Fungsi
sosial learning ini adalah melakukan guilding dan pendidikan sosial kepada
semua orang. Fungsi ini memberikan pencerahan kepada masyarakat dimana
komunikasi masa itu berlangsung.
·
Fungsi penyampaian informasi.
Fungsi ini merupakan proses penyampaian informasi kepada masyarakat luas[2]
3. Peran
komunikasi dalam pencapuran budaya
Lewat komunikasi manusia menyesuaikan diri dan
berhubungan dengan lingkungan serta mendaatkan keanggotaan dan rasa memiliki
dalam berbagai kelompok sosial yang mempengaruhinya. Proses yang dilalui
individu-individu untuk memperoleh aturan-aturan (budaya) komunikasi dimulai
pada awal kehiduan. Melalui proses sosialisasi dan pendidikan, pola-pola budaya
ditanamkan kedalam sistem syaraf yang menjadi bagian dari kepribadian dan
perilaku manusia. Proses belajar yang terinternalisasikan ini memungkinkan
manusia berinteraksi dengan anggota-anggota budaya lainnya yang juga memiliki
pola-pola komunikasi serupa. Proses memperoleh pola demikian oleh
individu-individu itu disebut enkulturasi atau istilah lainnya adalah pelaziman
budaya (cultural cinditioning) dan pemrograman budaya (cultural programming).
Proses komunikasi mendasari proses akulturasi
seseorang imigran. Akulturasi terjadi melalui identifikasi dan internalisasi
lambang-lambang masyarakat pribumi yang signifikan. Orangorang pribumi
memperoleh pola-pola budaya pribumi lewat komunikasi begitu juga dengan
imigran. Seorang imigran akan mengatur dirinya untuk mengetahui dan diketahui
dalam berhubungan dengan orang lain, dan itu dilakukan lewat komunikasi. Proses
trial and error selama ini akulturasi sering mengecewakan dan menyakitkan.
Dalam banyak kasus, bahasa asli imigran sangat berbeda dengan bahasa asli
pribumi. Masalah-masalah komunikasi lainnya meliputi masalah komunikasi non
verbal, seperti perbedaan-perbedaan dalam menggunakan dan pengaturan ruang,
jarak antar pribadi, ekspresi wajah, gerak mata serta gerakan tubuh lainnya dan
penting tidaknya perilaku non verbal. Dengan melakukan proses komunikasi
personal, peran verbal dan non verbal juga menentukan kualitas komunikasi
verbal yang di maksud meliputi bahasa lisan yang di gunakan yakni, logat yang
di pengaruhi suku dan etnisitas serta volume suara. Sementara non verbal
meliputi aspek bahasa tubuh yang tidak berbentuk kata-kata, melainkan interaksi
simbol-simbol yang muncul melalui indera tubuh manusia. Komunikasi personal dan
komunikasi sosial imigran tidak sepenuhnya dapat di pahami tanpa di hubungkan
dengan lingkungan komunikasi masyarakat pribumi. Apakah imigran tinggal di desa
atau di kota metropolitan, daerah miskin atau daerah kaya, sebagai buruh pabrik
atau eksekutif semua itu merupakan kondisi-kondisi lingkungan yang mungkin
secara signifikan mempengaruhi perkembangan sosio- budaya yang akan di capai
imigran.[3]
BAB 5 || KOMUNIKASI SEBAGAI MULTIDISIPLIN ILMU.
Ilmu merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan dan
mensistematisasikan pengetahuan atau fakta yang berasal dari pengalaman dan
pengamatan dalam kehidupan sehari-hari, dan dilanjutkan dengan pemikiran secara
cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode yang biasa dilakukan dalam
penelitian ilmiah (observasi, eksperimen, survai, studi kasus dan lain-lain).[1]
Ilmu multidisipliner adalah ilmu yang pendekatannya dalam pemecahan
suatu masalah dengan menggunakan tinjauan berbagai sudut pandang banyak ilmu
yang relevan. Komunikasi merupakan bidang ilmu yang sangat multidisiplin pada
berbagai aspek kehidupan manusia. Dari beberapa penelitian sebelumnya mengenai
komunikasi adalah bagian dari multidisiplin pengetahuan. Peristiwa komunikasi
yang diamati dalam ilmu komunikasi, juga sangat luas dan kompleks karena
menyangkut berbagai aspek sosial, budaya, ekonomi dan politik dari kehidupan
manusia. Oleh karena itu, ilmu komunikasi merupakan salah satu cabang ilmu
pengetahuan yang termasuk dalam kelompok ilmu-ilmu sosial (social sciences).[2] Dewasa ini teori komunikasi terus mengalami perkembangan. Hal ini
tidak terlepas dari karakteristik yang dimiliki oleh ilmu tersebut, yaitu
multidisipliner dan bidang kajiannya sangat luas. Komunikasi disebut sebagai
bagian dari ilmu multidisiplin karena komunikasi meliputi pemahaman bagaimana
cara orang membuat dan menyampaikan pesan. Sehingga ada beberapa penelitian
dari komunikasi yang menggabungkan antara penelitian ilmiah dan sastra, dari
segi sastra cara orang menyampaikan pesan disebut dengan retorika. Selanjutnya,
pendekatan-pendekatan yang digunakan dalam ilmu komunikasi juga bukan hanya
dari 1 pengetahuan saja, ilmu politik misalnya. Tetapi juga berasal dari
berbagai disiplin ilmu. Sifat ilmu komunikasi yang multidisiplin ini tidak bisa
dihindari, karena dalam pengamatannya, ilmu komunikasi juga mengamati objek
dari banyak aspek, contoh dari aspek politik, budaya, ekonomi, dan sosial dari
kehidupan manusia.[3]
Komunikasi masih banyak diteliti dalam berbagai jenis penelitian,
misalnya ; para psikolog meneliti komunikasi sebagai jenis perilaku tertentu
yang didorong oleh proses-proses psikologi yang berbeda, para sosiolog
memfokuskan pada masyarakat dalam proses sosial serta melihat pula komunikasi
sebagai salah satu faktor sosial yang penting dalam masyarakat, para antropolog
yang biasanya tertarik pada kebudayaan memperlakukan komunikasi sebagai sebuah
faktor yang membantu mengembangkan, mempertahankan, dan mengubah kebudayaan,
dan sebelumnya ada : sosiologi komunikasi, psikologi komunikasi (komunikasi
dikaji oleh ilmu lain). Ilmu komunikasi adalah salah satu cabang ilmu
pengetahuan sosial yang bersifat multidisipliner. Karena pendekatan-pendekatan
yang dipergunakan berasal dari dan menyangkut berbagai bidang keilmuan
(disiplin) lainya seperti linguistik, sosiologi, psikologi, antropologi,
politik, dan ekonomi. Sifat “kemultidisiplinan” ini tidak dapat dihindari
karena obyek pengamatan dalam ilmu komunikasi sangat luas dan komplek,
menyangkut berbagai aspek sosial, budaya, ekonomi, dan politik dari kehidupan
manusia.[4]
Hubungan ilmu komunikasi dengan Ilmu ilmu lainnya :
1.
John Dewey (ahli psikologi filsafat beraliran
liberal)
·
Ahli filsafat pertama tentang komunikasi
·
Menginginkan adanya surat kabar yang dapat
mempublikasikan berbagai hasil riset ilmu pengetahuan dan memperbaiki masalah
sosial
·
Dewey yakin akan potensi surat kabar untuk
membawa ferormasi sosial
2.
George Herbet Mead (Psikologi dan Filsafat)
·
Catatan kuliahnya diterbitkan dengan judul
“Mind, Self and Society” yang menempatkan komunikasi sebagai basis dari
sosialisasi
·
Melalui pendekatan ilmu jiwa sosial, Mead
mengakui komunikasi sebagai hal yang paling mendasar bagi hubungan antar
manusia.
3.
Charles Harton Cooley (Sosiologi)
·
Cooley tertarik pada sosiologi melalui karyanya
Herbert Spencer oleh karena itu ia melihat bahwa pross komunikasi antar pribadi
dengan orangtua dan kelompok masyarakat, sebagai basis sosialisasu dari studi
sosiologi yang dia buktikan melalui observasi yang ketat terhadap pertumbuhan
kedua anaknya
4.
Nober Weiner (Matematika)
·
Merupakan salah seorang profesor matematika
terbaik di Amerika Serikat
·
Kontribusi Weiner dalam studi komunikasi adalah
teori Cybernetic yang membahas tentang kelajuan arus informasi dilihat dari
segi recording, encoding, storage, transmisi dan diseminasi antara satu sistem
dengan sistem lainnya.
5.
Claude E. Shannon (Elektronika)
·
Dua buah tulisannya yang membicarakan teori
informasi yang dimuat dalam bell system technical journal tahun 1948, dengan
judul “The Mathematical Theory of Communication” yang disebut sebagai model
komunikasi matematika yang banyak dikutip oleh sarjana komunikasi dan dipandang
sebagai model komunikasi pertama yang dilukiskan secara visual.
6.
Wilbur Schramm (Kesusastraan)
·
Mendirikan lembaga pendidikan dan riset
komunikasi di university of illinois dan di Stanford University.
·
Menerbitkan beberapa buku teks bacaan
diantaranya Mass Communication (1949), The Process and Effects of Mass
Communication (1984), Mathematical Theory of Communication (1956).
·
Memprakarsai pengkajian komunikasi pembagunan
dan kebijaksanaan komunikasi.[5]
BAB 6 || DIMENSI ILMU KOMUNIKASI
Kalian tau komunikasi itu apa ? Komunikasi adalah suatu proses
dimana seseorang, beberapa orang, organisasi, kelompok atau masyarakat yang
menggunakan suatu informasi agar terhubung dengan orang lain. Komunikasi dapat
dilakukan secara verbal dan non verbal. Dalam komunikasi juga terdapat yang
dinamakan dimensi loh, apa aja sih dimensi komunikasi ?
Berikut ini adalah dimensi komunikasi dari berbagai sumber.
Dimensi komunikasi
·
Komunikasi sebagai proses
Sesuatu yang didefinisikan sebagi proses
berarti unsur unsur didalamnya bergerak aktif, dinamis, dan tidak statis. Jadi
komunikasi dipandang sebagai proses adalah sebuah komunikasi akan berlangsung
secara dinamis.
·
Komunikasi sebagai simbolik
Semua manusi baik yang ditunjukkan kepada
dirinya maupun kepada orang lain pasti berbentuk simbol. Hubungan orang yang
berkomunikasi baik buruknya banyak menggunakan simbol unntuk berkomunikasi.
·
Komunikasi sebagai multidimensional
Ada 2 tingkatan yang dapat diidentifikasi yaitu
dimensi isi dan dimensi hubungan. Kedua dimensi ini tidak dapat dipisahkan satu
dengan yang lain. Dimensi isi menunjukkan kata, bahasa, dan informasi dari
suatu pesan. Sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana interaksi saat
berkomunikasi.
·
Komunikasi sebagai sistem
Sistem sering kali didefinisikan sebagai suatu
aktivitas dimana ada unsur didalamnya sedang berkomunikasi satu dengan yang
lain. Atau dengan kata lain sistem adalah seperangkat komponen yang saling bergantung
satu dengan lainnya. Suatu komunikasi tidak akan terjadi bila salah satu komponennya terabaikan.
·
Komunikasi sebagai tranksaksional
Komunikasi tidak akan terjadi tanpa melibatkan
orang lain. Dalam proses ini akan menimbulkan action dan interaction diantara
pelaku-pelaku komunikasi. Komunikasi ini bersifat interplay atau saling mempengaruhi secara simultan dan dinamis
diantara pelaku komunikasi.[1]
Devito menegaskan bahwa lingkungan (konteks) komunikasi setidak
tidaknya memiliki 3 dimensi, yaitu dimensi fisik, dimensi sosial-psikologis,
dan dimensi temporal. Berikut ini merupakan penjabaran dari apa yang
dimaksudkan devito tersebut:
·
Dimensi Fisik Menurut devito, ruang atau
bangsal atau taman di mana komunikasi itu berlangsung disebut konteks atau lingkungan
fisik. Yang dimaksud dengan konteks atau lingkungan fisik dalam hal ini adalah
lingkungan nyata atau berwujud (tangible). Lingkungan fisik ini, apapun
bentuknya, mempunyai pengaruh tertentu atas kandungan pesan kita (apa yang kita
sampaikan) selain juga bentuk pesan (bagaimana kita menyampaikannya).
·
Dimensi Sosial-Psikologis Dimensi
sosial-psikologis ini, misalnya meliputi tata hubungan status di antara mereka
yang terlibat, peran dan permainan yang dijalankan orang, serta aturan budaya:
masyarakat di mana mereka berkomunikasi. Lingkungan atau konteks ini juga
mencakup rasa persahabatan atau permusuhan, formalitas atau informalitas,
serius atau senda-gurau. Komunikasi yang dibolehkan pada suatu pesta wisuda
mungkin tidak dibolehkan di rumah sakit. Tentu saja Anda paham dengan apa yang
dimaksud oleh Vito. Komunikasi yang terjalin di antara hadirin pada pesta
wisuda tentunya semuanya dalam suasana gembira. Sementara itu suasana di rumah
sakit kebanyakan bernuansa sedih, iba, dan harus pandai-pandai menyesuaikan
diri dengan suasana lingkungan.
·
Dimensi Temporal atau Waktu Dimensi ini
mencakup waktu dalam sehari maupun waktu dalam hitungan sejarah di mana
komunikasi tersebut berlangsung. Bagi sejumlah orang, pagi hari bukanlah waktu
yang tepat untuk berkomunikasi. Sementara bagi orang lain, pagi hari justru
merupakan waktu yang ideal untuk berkomunikasi. Anda tentu bisa membandingkan
antara orang yang sibuk dengan pekerjaannya pada pagi hari dengan orang-orang
yang suka begadang pada malam hari, yang di pagi harinya masih merasa loyo
serta ingin bermalas-malas. Devito juga mengatakan bahwa waktu dalam sejarah
tidak kurang pentingnya karena kelayakan dan dampak dari suatu pesan
bergantung, pada waktu atau saat dikomunikasikan. Bayangkanlah, misalnya
bagaimana pesan-pesan mengenai sikap dan nilai rasial, seksual atau keagamaan
disampaikan dan ditanggapi dalam berbagai waktu sepanjang sejarah. Yang lebih
penting lagi adalah bagaimana suatu pesan tertentu disesuaikan dengan rangkaian
temporal peristiwa komunikasi. Sebagai contoh, ingat-ingatlah berbagai makna
pujian sederhana yang Anda sampaikan kepada seorang kawan. Apakah itu Anda
sampaikan segera setelah kawan itu memuji Anda atau segera setelah Anda minta
tolong kepadanya atau selama perdebatan yang terjadi dengan rekan-rekan Anda.
Lebih lanjut devito mengatakan bahwa, ketiga
dimensi lingkungan ini saling berinteraksi dan saling mempengaruhi satu sama
lain. Sebagai contoh, terlambat memenuhi janji kencan (lingkungan atau konteks
temporal) dapat mengakibatkan berubahnya suasana persahabatan-permusuhan
(lingkungan sosial-psikologis), yang kemudian dapat menyebabkan perubahan
kedekatan fisik dan pemilihan rumah makan untuk makan malam (lingkungan fisik).
Perubahan-perubahan ini dapat menimbulkan banyak perubahan lain. Memang, proses
komunikasi itu tidak pernah statis (devito, 1997: 24-26).[2]
Menurut Romli (2014) membedakan komunikasi internal menjadi dua
dimensi yaitu:
·
Komunikasi vertikal (Vertical Communication)
Komunikasi
vertikal merupakan komunikasi yang terjalin dari atas ke bawah dan dari bawah
ke atas. Komunikasi dari atas ke bawah yaitu komunikasi antara pimpinan kepada
bawahan seperti pemberian instruksi, perintah, petunjuk, dan informasi.
Sedangkan komunikasi dari bawah ke atas yaitu komunikasi antara bawahan kepada
pimpinan seperti seorang bawahan memberikan laporan-laporan, mengemukakan
pendapat dan saran, dan juga pengaduan-pengaduan kepada pimpinan.
·
Komunikasi horizontal atau lateral (Horizontal
or Lateral Communication)
Komunikasi
horizontal atau lateral ini merupakan komunikasi yang terjadi antara sesama
bawahan ataupun sesama atasan. Komunikasi ini dapat terjalin di dalam bagian
yang sama atau bagian yang berbeda tetapi tetap di dalam suatu organisasi yang
sama. Komunikasi ini dapat melancarkan penerimaan informasi, pertukaran
informasi, pengetahuan, dan masalah-masalah yang terjadi sehingga dengan adanya
komunikasi dapat membantu sebuah organisasi dalam memecahkan suatu masalah dan
menghindari adanya permasalahan lainnya.[3]
Menurut Robbins & Timothy (2015) komunikasi terbagi menjadi
tiga dimensi yaitu komunikasi ke arah bawah, komunikasi ke arah atas, dan
komunikasi lateral.
·
Komunikasi ke arah bawah
Komunikasi
ke arah bawah sering disebut downward communication. Komunikasi ini merupakan
komunikasi yang biasanya terjalin diantara manajer kepada karyawannya.
Komunikasi ini digunakan manajer untuk dapat menentukan tujuan, memberikan
perintah mengenai tugas dan pekerjaan, memberikan informasi kepada karyawannya
mengenai kebijakan dan prosedur.
·
Komunikasi ke arah atas
Komunikasi
ke arah atas atau upward communication yaitu komunikasi yang bertujuan untuk
memberikan feedback kepada para atasan. Komunikasi ini digunakan untuk para
karyawan melaporkan perkembangan mengenai pekerjaan, dan menyampaikan permasalahan
yang sedang dialami oleh para karyawan. Para atasan juga sangat bergantung akan
informasi-informasi yang diterima dari karyawan sehingga perusahaan dapat terus
berkembang.
·
Komunikasi horizontal/lateral
Untuk
komunikasi horizontal/lateral yaitu komunikasi yang terjadi antara para anggota
organisasi pada level yang sama. Komunikasi ini dapat menghemat waktu dan
memfasilitasi untuk saling berkoordinasi. Komunikasi ini sering dilakukan agar
para karyawan dapat saling bertukar informasi sehingga timbulnya kerjasama yang
baik.[4]
BAB 7 || MEDIA KOMUNIKASI
Manusia
merupakan makhluk sosial yang memebutuhkan peranaan manusia lainnya untuk
memenuhi kebutuhannya. Maka dari itu manusia perlu melakukan interaksi dengan
manusia lain. Komunikasi merupakan modal utama manusia untuk melakukan
interaksi sosial dengan manusia lainnya guna memenuhi kebutuhan hidup mereka. [1]
Media berasal dari bahasa Latin yaitu kata Medium (media, jamak;
medium, tunggal), artinya secara harfiah ialah perantara, penyampai, atau
penyalur. Percakapan langsung antara dua orang di suatu ruangan atau di tempat
tertentu lainnya, tanpa perantara apa-apa, disebut kegiatan komunikasi tanpa
media. Mereka berbicara secara langsung dari mulut ke mulut. Namun apabila
kegiatan komunikasi itu dilakukan sambil masing-masing pihak menggunakan
pengeras suara karena letaknya saling berjauhan, misalnya, mereka tidak lagi
berkomunikasi tatap muka, tetapi sudah menggunakan media, dalam hal ini media
pengeras suara: speaker. Seseorang yang berbicara melalui telepon, guru yang
menggunakan slide, atau seseorang komunikator yang sedang melaksanakan tugasnya
menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat melalui siaran
radio atau televisi adalah contoh-contoh komunikasi yang menggunakan media.
Pengarang atau penulis juga termasuk yang berbicara melalui media cetak; surat
kabar, majalah, buku, dan media cetak lainnya. Pada zaman lampau dan bahkan
pada zaman sekarang, di kampung-kampung di pelosok tanah air “media” banyak
digunakan orang, terutama untuk menyampaikan pesan-pesan yang sudah disepakati
artinya oleh anggota masyarakat yang bersangkutan. Para peronda di malam buta,
masyarakat yang terkena musibah baik karena kebakaran ataupun karena mendapat
kecelakaan lain, biasa memukul kentongan dalam rangka memberi tahu para
tetangga supaya segera memperoleh pertolongan. Kentongan dalam hal ini kita
sebut sebagai perantara atau pembawa pesan atau informasi dari satu orang
kepada orang lain. Dan kentongan ini pun berfungsi sebagai media. Di dalam
dunia instruksional, media pun bermakna seperti tersebut di atas, namun tentu
bukan berujud kentongan atau “gong” seperti yang banyak digunakan di desa-desa.
Media yang dimaksudkan dalam dunia instruksional ialah yang bentuk maupun
fungsinya sudah dirancang sehingga bisa digunakan untuk mempelancar kegiatan
proses belajar pada pihak sasaran. Ia juga berfungsi mengandung dan bahkan
memperjelas ide-ide atau gagasan-gagasan yang disampaikan oleh komunikator
dalam kegiatannya. Batasan-batasan tentang media dari para ahli: - Media
berarti teknologi pembawa pesan yang dimanfaatkan untuk keperluan
instruksional. Dalam konteks ini media tidak lain merupakan perluasan dari
guru. - Media berarti sarana komunikasi dalam bentuk cetak atau pandang dengar,
termasuk teknologi perangkat kerasnya. - Media berarti sarana fisik untuk
menyampaikan materi pengajaran (isi pesan) seperti buku, film, video, slide dan
komputer. [2]
Alat
komunikasi tradisional seperti :
1.
Kentongan
Kentongan adalah alat komunikasi tradisional
yang sampai sekarang masih banyak digunakan. Suara khas yang dihasilkan
kentongan membuat alat ini mudah dikenali sebagai sinyal atau tanda untuk
mengumpulkan orang. Zaman dahulu, masyarakat Indonesia menggunakan kentongan
untuk alat komunikasi masa, sebagai pertanda jika ada kejadian berbahaya
seperti maling, gempa bumi, atau orang yang meninggal dunia. Salah satu isyarat
nada kentongan yang paling populer adalah ketika Anda mendengar ketukan tempo
pelan berarti menandakan kondisi aman. Sementara jika terdengar suara kentongan
dengan tempo cepat maka menjadi pertanda bahaya datang.
2.
Lonceng
Lonceng adalah sebuah benda terbuat dari logam
yang bisa menghasilkan suara. Sama seperti kentongan, lonceng juga menjadi alat
komunikasi tradisional yang bisa membuat para pendengarnya paham akan suatu
kejadian dan apa saja yang harus dilakukan. Dahulu kala, lonceng digunakan
sebagai alat komunikasi untuk mengumpulkan orang, mengingatkan waktu ibadah,
hingga menjadi sinyal bahaya.
3.
Teropong Kaleng
Meski identik dengan mainan anak-anak, tetapi
teropong kaleng bisa juga digunakan sebagai alat untuk menunjang komunikasi
sederhana. Cara kerja teropong kaleng juga sangat sederhana, yakni menggunakan
kaleng sebagai isolator suara dan tali memanjang sebagai perambat suara yang
menghubungkan dua orang. Syarat utama agar teropong kaleng ini bisa bekerja
adalah dengan menegangkan tali agar tidak sampai kendur atau longgar.
4.
Asap
Satu lagi alat komunikasi tradisional yang
biasa digunakan adalah asap. Biasanya asap menjadi pilihan ketika seseorang
tersessat di hutan. Selain itu, di era nenek moyang kepulan asap umumnya juga
digunakan sebagai sinyal peringatan jika ada pasukan musuh yang mendekati
kawasan tempat tinggal.
5.
Burung Merpati
Terdapat beberapa jenis hewan liar yang bisa
dilatih sebagai pembawa pesan. Namun, secara spesifik burung merpati kerap jadi
pilihan. Hewan ini memiliki reputasi tinggi terkait ketepatan jika bicara soal
komunikasi jarak jauh. Tertarik untuk mencoba? Anda bisa menggunakan sepasang
merpati untuk mengirimkan pesan dengan cara menuliskan surat di sebuah kertas,
kemudian diikatkan ke bagian kaki atau tubuh agar tidak terlepas. Berdasarkan catatan
sejarah, jenis komunikasi ini cukup populer di era kerajaan, dimana raja sering
kali menyebarkan berita atau titah ke seluruh penjuru negeri tanpa harus
khawatir adanya miss komunikasi.[3]
Terdapat
beberapa media komunikasi modern yang berkembang dan banyak dipakai oleh
individu untuk kemudahan berkomunikasi, yaitu:
1.
Koran
Media komunikasi, alat komunikasi,Koran atau
majalah merupakan sarana informasi dan komunikasi modern yang dikembangkan atau
cikal bakal dari sebuah surat. Alat informasi modern ini merupakan alat
informasi yang digunakan dengan basis tulisan. Sehingga koran atau majalah
merupakan alat komunikasi modern yang dikembangkan hingga orang dapat
mengetahui berbagai informasi di sekitarnya dengan berita-berita dari ringan
hingga yang berat.
2.
Radio
Media komunikasi, alat komunikasi,Radio
merupakan alat komunikasi yang digunakan dengan basis audio yang hanya mampu
didengarkan oleh orang dengan frekuensi tertentu. Alat komunikasi modern ini
dulunya digunakan oleh para warga Indonesia dalam menghadapi perang. Sebagai
tanda penyerangan bahkan simbol adanya bahaya di tempat tertentu. Bahkan sampai
saat ini, radio masih saja digunakan oleh orang-orang khususnya anak muda yang
sering mendengarkan musik dan program-program radio yang khusus kaula muda.
3.
Telepon
Media komunikasi, alat komunikasi,Alat
komunikasi modern ini merupakan alat komunikasi modern yang pertama kali
digunakan oleh manusia. Alat komunikasi ini menggunakan listrik sebagai
penghubung ke orang lain dengan jarak yang cukup jauh, manusia dapat
berkomunikasi dengan baik. Telepon merupakan alat komunikasi modern yang
diciptakan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876.
4.
Televisi
Media komunikasi, alat komunikasi,Telepon
merupakan alat komunikasi modern yang digunakan hanya menggunakan audio saja.
Namun, seiring berkembangnya teknologi, maka ada inovasi baru yaitu televisi
sebagai sarana komunikasi yang berbasis audio maupun visual. Kita dapat melihat
orang dalam layar kaca televisi, bukan hanya mendengarkan suara saja secara
audio. Televisi ini merupakan alat komunikasi modern yang digunakan dengan
sifat yang cukup populer karena di Indonesia hampir seluruh rumah masyarakat
memiliki televisi setidaknya satu buah.
5.
Telepon genggam (Handphone)
Media komunikasi, alat komunikasi,Alat
komunikasi telepon semakin berkembang hingga menjadi telepon genggam atau biasa
disebut sebagai ponsel. Telepon ini tanpa memerlukan bantuan kabel listrik
sebagai penghubung komunikasi, namun hanya menggunakan satelit sebagai sinyal
ponsel. Bahkan kita ketahui ponsel ini semakin berkembang menjadi Smartphone,
yang mana alat ini digunakan dengan kepintaran teknologinya yang selalu semakin
berkembang pesat. Ponsel mulai dirilis atau digunakan pertama kali sebagai alat
komunikasi modern sejak 3 April 1973. Ponsel pun hingga sekarang menjadi
kebutuhan pokok masyarakat sebagai alat komunikasi modern yang sangat penting.
Sehingga tak aneh jika setiap orang sudah mulai memegang dan memiliki ponsel
sebagai alat komunikas modern. Selain itu, ponsel juga semakin berkembangnya teknologi,
semakin maju pula dan berinovasi dari fitur-fitur yang terdapat pada ponsel.
Hingga munculnya internet di era ini.
6.
Internet
Media komunikasi, alat komunikasi,Semakin
berkembangnya jaman, di era yang serba teknologi ini, bukanlah hal yang aneh
lagi jika semakin banyak orang yang mulai menggunakan internet. Semuanya
sekarang serba online, mulai dari panggilan ojek, asisten, hingga mencari
pekerjaan paruh waktu maupun fulltime. Sekarang sudah mulai berkembang jamannya
menjadi jaman cyber, yang segalanya menggunakan internet. Pun dengan
komunikasi. Sarana komunikasi terbesar dan yang paling banyak digunakan adalah
internet. Dengan adanya internet sebagai media komunikasi dapat berjalan dengan
lancar, efektif, dan efisien. Karena internet memiliki kata-kata seperti,
‘Mendekatkan yang Jauh’. Kata-kata tersebutlah yang membuat banyak orang untuk
kerap kali menggunakan internet sebagai sarana media komunikasi. Sudah banyak
orang yang berkomunikasi melalui internet. Salah satu contohnya adalah jejaring
sosial yang karena adanya media sosial seperti facebook, instagram, twitter,
dan lain-lain. Hal inilah yang membuat kata-kata, ‘Yang jauh terasa dekat’. Internet
memang selalu berkembang pesat sesuai perkembangan teknologi. Semua orang dapat
berkomunikasi dengan siapa saja dan di mana saja, dengan menggunakan sarana
media komunikasi ini. Kita dapat berkomunikasi dengan orang di belahan dunia
manapun dan siapapun.
7.
Media Sosial
Media komunikasi, alat komunikasi,Dengan adanya
internet yang sering digunakan banyak orang sebagai sarana media komunikasi,
media sosial pun ikut andil dalam sarana prasarana media komunikasi. Contoh
halnya dengan beberapa media sosial yang mulai banyak orang yang menggunakan
khususnya para remaja yang mulai menggandrungi media sosial ini. Media sosial
ini di antaranya facebook yang didirikan oleh Mark Zuemberg, instagram yang
mulai bekerjasama dengan facebook, dan twitter yang bersaing ketat dengan
facebook. Beberapa media sosial tersebutlah yang menjadi sarana media
terpopuler oleh banyak orang yang menggunakan.[4]
DAFTAR PUSTAKA
‘1KOM03872.Pdf’
<http://e-journal.uajy.ac.id/4273/2/1KOM03872.pdf> [accessed 12 June
2021]
‘7 Media Komunikasi
Modern - Penjelasan dan Fungsinya’, PakarKomunikasi.com, 2017
<https://pakarkomunikasi.com/media-komunikasi-modern> [accessed 28 June
2021]
‘84459577.Pdf’
<https://core.ac.uk/download/pdf/84459577.pdf> [accessed 25 June 2021]
‘Al-TA’DIB: Jurnal
Kajian Ilmu Kependidikan’ <https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:ovxCO08EFC0J:https://ejournal.iainkendari.ac.id/al-tadib+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id>
[accessed 28 June 2021]
‘ALWI DAHLAN DALAM
LINTASAN RISET DI JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FISIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nisa Alfira,
Sri Handayani Universitas B’
<http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Dsp75CnNy2gJ:interaktif.ub.ac.id/index.php/interaktif/article/download/163/140+&cd=3&hl=en&ct=clnk&gl=id>
[accessed 28 June 2021]
‘Aspikom.Pdf’
<http://sipeg.unj.ac.id/repository/upload/artikel/Aspikom.pdf> [accessed
1 June 2021]
‘Bab 2.Pdf’
<http://digilib.uinsby.ac.id/10784/5/bab%202.pdf> [accessed 28 June 2021]
‘Bab 2.Pdf’
<http://digilib.uinsby.ac.id/12812/6/Bab%202.pdf> [accessed 25 June 2021]
‘BUKU_PENGANTAR_ILKOM_WM.Pdf.Pdf’
<http://misterhusni.com/wp-content/uploads/2019/08/BUKU_PENGANTAR_ILKOM_WM.pdf.pdf>
[accessed 28 June 2021]
Dirman Immangk, ‘Ilmu
Komunikasi Sebagai Ilmu Yang Multidisiplin (Presentasi Dirman)’, 02:45:26 UTC
<https://www.slideshare.net/dhyrmantz/ilmu-komunikasi-sebagai-ilmu-yang-multidisiplin-presentasi-dirman>
[accessed 1 June 2021]
Gita Mutiara, Dimensi
Komunikasi, 2020
<https://www.youtube.com/watch?v=b37MoJF1Oiw&t=28s> [accessed 13 June
2021]
‘Jbptppolban-Gdl-Iranurhikm-9937-3-Bab2--7.Pdf’
<http://digilib.polban.ac.id/files/disk1/199/jbptppolban-gdl-iranurhikm-9937-3-bab2--7.pdf>
[accessed 12 June 2021]
‘Jbptunikompp-Gdl-Iinrahmiha-23254-2-Perkulia-2.Pdf’
<https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/466/jbptunikompp-gdl-iinrahmiha-23254-2-perkulia-2.pdf>
[accessed 2 June 2021]
‘Mengenal Alat
Komunikasi Tradisional Dan Modern’, Qwords, 2020
<https://qwords.com/blog/mengenal-alat-komunikasi-tradisional-dan-modern/>
[accessed 28 June 2021]
‘Mengenal Ilmu
Komunikasi - 2010’ <https://elibrary.bsi.ac.id/readbook/206615/mengenal-ilmu-komunikasi>
[accessed 28 June 2021]
‘Pemahaman Konseptual
Pendekatan Dan Pengertian’
<http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:cCCu3yAZSGUJ:diansrimulyani.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/64187/konsep%2Bdan%2Bsejarah%2Bkomunikasi.pdf+&cd=15&hl=en&ct=clnk&gl=id>
[accessed 28 June 2021]
‘Pena-Fokus-Vol-3-No-2-44-551.Pdf’
<https://stiepena.ac.id/wp-content/uploads/2012/11/pena-fokus-vol-3-no-2-44-551.pdf>
[accessed 28 June 2021]
‘PENGANTAR ILMU
KOMUNIKASI: 10 Tokoh Ilmu Komunikasi’
<http://wahyulamhot.blogspot.com/2016/11/10-tokoh-ilmu-komunikasi.html>
[accessed 28 June 2021]
‘(PPT) Tokoh Tokoh Ilmu
Komunikasi Indonesia | Esther Fatriani - Academia.Edu’
<https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:mdrf6CT5gr8J:https://www.academia.edu/18397451/Tokoh_tokoh_Ilmu_Komunikasi_Indonesia+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id>
[accessed 28 June 2021]
‘Psikologi
Komunikasi.Pdf’
<http://digilib.uinsby.ac.id/20038/1/Psikologi%20Komunikasi.pdf>
[accessed 1 June 2021]
‘Sejarah Perkembangan
Ilmu Komunikasi - PakarKomunikasi.Com’
<https://pakarkomunikasi.com/sejarah-perkembangan-ilmu-komunikasi>
[accessed 28 June 2021]
Sendjaja, S Djuarsa,
‘Komunikasi: Signifikansi, Konsep, dan Sejarah’, 41
‘SOSI4402-M1.Pdf’
<http://repository.ut.ac.id/4614/2/SOSI4402-M1.pdf> [accessed 13 June
2021]
[1] ‘Bab 2.Pdf’
<http://digilib.uinsby.ac.id/12812/6/Bab%202.pdf> [accessed 25 June
2021].
[2] ‘84459577.Pdf’
<https://core.ac.uk/download/pdf/84459577.pdf> [accessed 25 June 2021].
[3] ‘Mengenal Alat
Komunikasi Tradisional Dan Modern’, Qwords, 2020
<https://qwords.com/blog/mengenal-alat-komunikasi-tradisional-dan-modern/>
[accessed 28 June 2021].
[4] ‘7 Media
Komunikasi Modern - Penjelasan dan Fungsinya’, PakarKomunikasi.com, 2017
<https://pakarkomunikasi.com/media-komunikasi-modern> [accessed 28 June
2021].
[1] Gita Mutiara, Dimensi Komunikasi,
2020 <https://www.youtube.com/watch?v=b37MoJF1Oiw&t=28s> [accessed 13
June 2021].
[2] ‘SOSI4402-M1.Pdf’.
[3] ‘Jbptppolban-Gdl-Iranurhikm-9937-3-Bab2--7.Pdf’
<http://digilib.polban.ac.id/files/disk1/199/jbptppolban-gdl-iranurhikm-9937-3-bab2--7.pdf>
[accessed 12 June 2021].
[4] ‘1KOM03872.Pdf’
<http://e-journal.uajy.ac.id/4273/2/1KOM03872.pdf> [accessed 12 June
2021].
[1] ‘Jbptunikompp-Gdl-Iinrahmiha-23254-2-Perkulia-2.Pdf’
<https://elib.unikom.ac.id/files/disk1/466/jbptunikompp-gdl-iinrahmiha-23254-2-perkulia-2.pdf>
[accessed 2 June 2021].
[2] S Djuarsa Sendjaja, ‘Komunikasi:
Signifikansi, Konsep, dan Sejarah’, 41.
[3] ‘Aspikom.Pdf’
<http://sipeg.unj.ac.id/repository/upload/artikel/Aspikom.pdf> [accessed
1 June 2021].
[4] ‘Psikologi Komunikasi.Pdf’
<http://digilib.uinsby.ac.id/20038/1/Psikologi%20Komunikasi.pdf>
[accessed 1 June 2021].
[5] Dirman Immangk, ‘Ilmu Komunikasi Sebagai
Ilmu Yang Multidisiplin (Presentasi Dirman)’, 02:45:26 UTC
<https://www.slideshare.net/dhyrmantz/ilmu-komunikasi-sebagai-ilmu-yang-multidisiplin-presentasi-dirman>
[accessed 1 June 2021].
[1] ‘Pena-Fokus-Vol-3-No-2-44-551.Pdf’
<https://stiepena.ac.id/wp-content/uploads/2012/11/pena-fokus-vol-3-no-2-44-551.pdf>
[accessed 28 June 2021].
[2] ‘Al-TA’DIB: Jurnal
Kajian Ilmu Kependidikan’
<https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:ovxCO08EFC0J:https://ejournal.iainkendari.ac.id/al-tadib+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id>
[accessed 28 June 2021].
[3] ‘Bab 2.Pdf’
<http://digilib.uinsby.ac.id/10784/5/bab%202.pdf> [accessed 28 June
2021].
[1] ‘ALWI DAHLAN DALAM
LINTASAN RISET DI JURUSAN ILMU KOMUNIKASI FISIP UNIVERSITAS BRAWIJAYA Nisa
Alfira, Sri Handayani Universitas B’
<http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Dsp75CnNy2gJ:interaktif.ub.ac.id/index.php/interaktif/article/download/163/140+&cd=3&hl=en&ct=clnk&gl=id>
[accessed 28 June 2021].
[2] ‘PENGANTAR ILMU KOMUNIKASI:
10 Tokoh Ilmu Komunikasi’
<http://wahyulamhot.blogspot.com/2016/11/10-tokoh-ilmu-komunikasi.html>
[accessed 28 June 2021].
[3] ‘(PPT) Tokoh Tokoh
Ilmu Komunikasi Indonesia | Esther Fatriani - Academia.Edu’
<https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:mdrf6CT5gr8J:https://www.academia.edu/18397451/Tokoh_tokoh_Ilmu_Komunikasi_Indonesia+&cd=1&hl=en&ct=clnk&gl=id>
[accessed 28 June 2021].
[1] ‘SOSI4402-M1.Pdf’.
[2] ‘Sejarah
Perkembangan Ilmu Komunikasi - PakarKomunikasi.Com’
<https://pakarkomunikasi.com/sejarah-perkembangan-ilmu-komunikasi>
[accessed 28 June 2021].
[3] ‘Pemahaman
Konseptual Pendekatan Dan Pengertian’
<http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:cCCu3yAZSGUJ:diansrimulyani.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/64187/konsep%2Bdan%2Bsejarah%2Bkomunikasi.pdf+&cd=15&hl=en&ct=clnk&gl=id>
[accessed 28 June 2021].
[1] ‘SOSI4402-M1.Pdf’
<http://repository.ut.ac.id/4614/2/SOSI4402-M1.pdf> [accessed 13 June
2021].
[2] ‘BUKU_PENGANTAR_ILKOM_WM.Pdf.Pdf’
<http://misterhusni.com/wp-content/uploads/2019/08/BUKU_PENGANTAR_ILKOM_WM.pdf.pdf>
[accessed 28 June 2021].
[3] ‘Mengenal Ilmu
Komunikasi - 2010’
<https://elibrary.bsi.ac.id/readbook/206615/mengenal-ilmu-komunikasi>
[accessed 28 June 2021].




Komentar
Posting Komentar